Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WALL STREET: Yunani gagal lagi, Dow Jones terendah sejak Januari

NEW YORK: Bursa AS kembali longsor, dengan indeks Dow Jones Industrial Average yang melorot ke level terendah sejak Januari, menyusul memanasnya tensi politik di Yunani.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 Mei 2012  |  07:21 WIB

NEW YORK: Bursa AS kembali longsor, dengan indeks Dow Jones Industrial Average yang melorot ke level terendah sejak Januari, menyusul memanasnya tensi politik di Yunani.

 

Pertemuan parlemen Yunani hasil pemilu kemarin kembali gagal menyepakati pemerintahan baru, yang serta-merta mencuatkan spekulasi keluarnya Yunani dari zona Euro.

 

Dari 10 sektor saham pembentuk indeks, saham keuangan dan energi memberi kontribusi negatif terbesar terhadap penurunan indeks.

 

Saham JPMorgan Chase & Co dan Bank of America Corp. (BAC) meleleh paling kurang 2,6% setelah jumlah peminjam dari Eropa susut.

 

Sementara itu, saham Alcoa Inc dam Schlumberger Ltd tergelincir lebih dari 1,5% merespon penurunan harga komoditas.

 

Symantec Corp, penjual terbesar perangkat lunak pengamanan, turun 1,4% setelah Goldman Sachs Group Inc memangkas rekomendasinya.

 

Ketidakpastian

Indeks S&P 500 tergelincir 1,1% ke 1.338,35 dini hari Selasa 15 Mei 2012, terendah sejak 2 Februari. Sementara itu, Dow Jones terperosok 1% ke 12.695,35.

 

“Faktor ketakutan hari ini sangat jelas lebih besar,” kata Madelynn Matlock, manajer investasi Huntington Asset Advisors di Cincinnati.

 

“Situasi politik di seluruh Eropa benar-benar fokus pada Yunani. Tak seorang pun benar-benar tahu apa yang akan terjadi, dan pasar membenci ketidakpastian.”

 

Kemarin, untuk kali kedua Presiden Yunani Karolos Papoulias gagal meraih kesepakatan untuk membentuk pemerintahan baru setelah parlemen hasil pemilu terbentuk. (Bloomberg/Bsi)

 

JANGAN LEWATKAN:

>>> 10 ARTIKEL PILIHAN REDAKSI HARI INI

>>> 5 KANAL TERPOPULER BISNIS.COM

>>> 10 ARTIKEL MOST VIEWED BISNIS.COM


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top