Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA MINYAK: Saudi genjot produksi, minyak terlempar ke level terendah 5 bulan

NEW YORK: Harga minyak terlempar nyaris ke level terendah dalam 5 bulan di tengah spekulasi Yunani akan keluar dari zona Euro, dan pernyataan Menteri Perminyakan Arab Saudi.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 Mei 2012  |  08:20 WIB

NEW YORK: Harga minyak terlempar nyaris ke level terendah dalam 5 bulan di tengah spekulasi Yunani akan keluar dari zona Euro, dan pernyataan Menteri Perminyakan Arab Saudi.

 

Harga minyak jatuh 1,4% setelah Yunani kembali gagal membentuk pemerintahan baru, dan pejabat Uni Eropa mempertimbangkan keluarnya Yunani dari zona Euro.

 

Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi menyatakan penurunan harga minyak seharusnya berlanjut. Berdasarkan data OPEC, produksi minyak Arab Saudi kini tertinggi dalam 3 dekade.

 

“Yunani gagal membentuk koalisi pemerintahan baru dan Eropa adalah problem terbesar saat ini,” kata Tom Bentz, direktur BNP Paribas Prime Brokerage Inc.

 

“Ketika Arab Saudi berbicara, pasar cenderung mendengarkan. Dan mereka telah coba berbicara ke pasar sebelumnya.”

 

Harga minyak pengiriman Juni turun US$1,35 ke US$94,78 per barel di Bursa Komoditas New York dini hari tadi waktu Jakarta, level terendah sejak 19 Desember.

 

Penurunan itu masih berlanjut hingga pagi ini waktu Jakarta, Selasa 15 Mei 2012. Harga minyak kembali tergerus 0,54% ke US$94,27 per barel.

 

Dari posisi tertinggi harga minyak tahun ini, yaitu US$109,77 pada 24 Februari, harga minyak hari ini telah tergerus 14%.

 

Sejalan dengan penurunan harga minyak New York, harga minyak jenis brent untuk pengiriman Juni jatuh 0,6% ke US$111,57 per barrel di Bursa Komoditas London.

 

“Investor telah kehilangan kepercayaan diri, dan situasi Eropa memang sedang menggelayuti pasar,” kata Phil Streible, broker RJO Futures di Chicago. (Bloomberg/Bsi)

 

JANGAN LEWATKAN:

>>> 10 ARTIKEL PILIHAN REDAKSI HARI INI

>>> 5 KANAL TERPOPULER BISNIS.COM

>>> 10 ARTIKEL MOST VIEWED BISNIS.COM


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top