Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CATATAN BURSA: Saatnya berpaling ke saham kelas dua?

JAKARTA: Bagi pemain saham, nyangkut saat bermain terlalu dalam di saham-saham blue chip niscaya sudah biasa. Tapi bagaimana kalau nyangkut-nya terlalu lama?
Puput Jumantirawan
Puput Jumantirawan - Bisnis.com 15 Mei 2012  |  10:04 WIB

JAKARTA: Bagi pemain saham, nyangkut saat bermain terlalu dalam di saham-saham blue chip niscaya sudah biasa. Tapi bagaimana kalau nyangkut-nya terlalu lama?

 

Cut loss adalah pilihan bijak, tapi tentu tetap dengan perhitungan. Cut loss setelah batas support harga saham terlewati misalnya, jelas lebih cerdik daripada asal cut loss.

 

Tapi bagaimana dengan saham-saham kelas dua, yang kalau Anda jeli melihat, beberapa di antaranya sudah mencuri perhatian sejak pekan lalu, setelah hasil pemilu Yunani diketahui.

 

Atau Anda ingin main aman dengan cukup cut loss dan mengalihkannya ke dolar atau obligasi? Berikut faktor eksternal dan internal yang perlu diperhatikan hari ini, Selasa 15 Mei 2012:

 

Faktor eksternal

* Partai Angela Merkel kalah di Pemilu Jerman, indeks stoxx Europe 600 terlempar 1,8% ke 247,43

* Seperti pekan lalu, Yunani kembali gagal menyusun pemerintahan baru hasil pemilu

* Pejabat Uni Eropa membuka pembicaraan pengeluaran Yunani dari zona Euro

* Wall Street terpuruk, S&P 500 tergelincir 1,1% ke 1.338,35, terendah dalam 3,5 bulan

* Begitu pula Dow Jones terperosok 1% ke 12.695,35, terendah dalam 4 bulan

* Bursa acuan Asia pagi ini juga ikut terpuruk ke 117, 20,78, terendah dalam 4 bulan

* Nikkei, Kospi, S&P/ASX 200 Australia serentak masuk ke zona merah

* Produksi minyak Arab Saudi tertinggi dalam 30 tahun terakhir

* Harga minyak turun lebih dari 1,4% ke US$94,27 per barel, terendah dalam 5 bulan

* Penarikan dana investasi di sektor komoditas kembali terjadi

* Harga emas tersungkur lebih dari 1,5% ke US$1.557,80 per ounce

* Euro terus melemah, nilai tukar dolar AS melambung ke level tertinggi 3 bulan

* Harga obligasi AS juga terus menguat, dengan yield –0,077 ke 1,760%

 

Faktor internal

* Perlemahan rupiah tertahan, mengindikasikan intervensi BI

* Peraturan viability gap fund untuk proyek pemerintah-swasta terbit akhir Mei

* Perlakuan khusus untuk investor Asean disiapkan

* Harga gas naik, pabrikan manufaktur berhitung ulang soal biaya produksi

* Gubernur BI kalah di pengadilan soal fit & proper test direksi Bank Jabar (Bsi)

 

JANGAN LEWATKAN:

>>> 10 ARTIKEL PILIHAN REDAKSI HARI INI

>>> 5 KANAL TERPOPULER BISNIS.COM

>>> 10 ARTIKEL MOST VIEWED BISNIS.COM


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top