Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KINERJA EMITEN: Laba atribusi Golden Agri turun 29,8%

JAKARTA: Laba atribusi induk Golden Agri-Resources Ltd turun 29,8% menjadi US$162,04 juta pada 3 bulan pertama tahun ini, dari US$230,69 juta di periode yang sama 2011.Hal itu disampaikan Kimberley Lye Chor Mei, Direktur & Sekretaris Perusahaan Golden
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 11 Mei 2012  |  21:25 WIB

JAKARTA: Laba atribusi induk Golden Agri-Resources Ltd turun 29,8% menjadi US$162,04 juta pada 3 bulan pertama tahun ini, dari US$230,69 juta di periode yang sama 2011.Hal itu disampaikan Kimberley Lye Chor Mei, Direktur & Sekretaris Perusahaan Golden Agri, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Singapura hari ini, 11 Mei 2012.Dia mengakui kinerja keuangan kuartal I/2012 dibandingkan periode yang sama tahun lalu akibat harga CPO yang turun."...karena harga CPO yang turun 12% dari US$1.206 per ton tahun lalu. Naiknya harga pupuk dan beban gaji pegawai juga berkontribusi pada turunnya kuartal I/2012," ujarnya dalam rilis resmi tersebut.Laporan keuangan perusahaan menunjukkan pendapatan kelompok usaha tersebut naik 3,8% menjadi US$1,51 miliar dari US$1,46 miliar pada perbandingan periode yang sama.Bloomberg melaporkan harga komoditas minyak sawit yang digunakan dari permen hingga biofuel berada di level US$1.059 per ton atau RM3.254,2 pada kuartal I/2012, turun 10% dari periode yang sama tahun lalu.Meskipun turun dibandingkan kuartal I/2011, kinerja perusahaan masih naik dibandingkan dengan posisi kuartal sebelumnya, yaitu 3 bulan terakhir 2011.Data laporan keuangan itu menunjukkan laba atribusi induk perusahaan sudah naik 113% dari US$76 juta pada kuartal IV/2011. Pendapatan perseroan juga naik 14% dari US$1,32 miliar pada 3 bulan terakhir tahun lalu.Franky Wijaya, CEO Golden Agri, mengatakan perusahaan optimistis prospek industri minyak sawit akan berlanjut baik, merujuk pada peningkatan dibandingkan 3 bulan terakhir tahun lalu."Dengan posisi keuangan yang solid ini akan membuat kami dapat mengembangkan bisnis kami melalui pertumbuhan organik dan akuisisi strategis," ujarnya dalam rilis.Saham perusahaan yang berkode GRR tersebut stagnan di level S$0,69 hari ini dan membentuk kapitalisasi pasar S$8,43 miliar.Posisi saham induk usaha dari emiten PT Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk tersebut juga membentuk rasio harga saham terhadap laba bersih (price to earnings ratio/PER) 5,73 kali. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top