Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ANALISIS EKONOMI: Quo vadis, Yunani?

JAKARTA: Dengan suara yang hampir berimbang tanpa adanya koalisi mayoritas, memang tak mudah bagi parlemen Yunani menyatukan jurang perbedaan yang begitu diametral.
Puput Jumantirawan
Puput Jumantirawan - Bisnis.com 10 Mei 2012  |  08:33 WIB

JAKARTA: Dengan suara yang hampir berimbang tanpa adanya koalisi mayoritas, memang tak mudah bagi parlemen Yunani menyatukan jurang perbedaan yang begitu diametral.

 

Dan inilah fakta yang kita saksikan hari ini: Saling bargain sekaligus saling ancam antara koalisi politik pendukung propenghematan versus koalisi antipenghematan.

 

Mau ke mana sih, Yunani? Sialnya, kita tahu bagaimana pasar merespons ketidakpastian seperti ini. Berikut poin analisis eksternal-internal dari situasi ekonomi termutakhir, Kamis 10 Mei 2012:

 

Faktor eksternal

* Parlemen Yunani yang terbelah soal kebijakan krisis saling ancam untuk deadlock

* Bursa Eropa, Amerika, juga pembukaan bursa Asia pagi ini, semuanya melemah

* STOXX 50 kembali terpukul 0,47% ke 2.225,63, begitu pula FTSE 100 -0,44% ke 5.530,05

* S&P 500 kembali terkoreksi 0,7% ke 1.354,58, terendah dalam 2 bulan

* Dow Jones terpelanting 0,8% ke 12.,835,06, penurunan berturut-turut dalam 6 hari perdagangan

* MSCI Asia Pacific juga menyelam 0,2% ke 119,67

* Penurunan harga komoditas kembali berlanjut.

* Harga minyak turun lagi 0,11% ke US$96,70 per barel

* Sementara emas terpangkas 0,20% ke US$1.591,00 per ounce

* Sebaliknya, harga obligasi AS 10 tahun terus naik, dengan yield -0,021 ke 1,819%

* Euro kembali melemah ke US$1,2936 dari kemarin US$1,2929, terendah dalam 3 bulan

* Dolar Australia juga melemah ke SU$1,0055 dari kemarin US$1,0021, terendah dalam 3 bulan

* Harga obligasi Australia 10 tahun terus naik, yield-nya terendah dalam sejarah, 3,313%

 

Faktor Internal

* Subsidi BBM kian bengkak, ruang fiskal APBN-P 2012 kian sempit

* Kepatuhan wajib pajak badan kian rendah, tahun ini di bawah 40% dari sebelumnya sekitar 50%

* Perhatikan rapat Dewan Gubernur BI hari ini. (Bsi)

 

 

+ JANGAN LEWATKAN:

> 10 ARTIKEL PILIHAN Hari Ini

> 5 Kanal TERPOPULER Bisnis.com

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top