Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ANALISIS INVESTASI: Tinggalkan saham & emas, kejarlah dolar & obligasi

JAKARTA: Hancurnya harga komoditas yang dibarengi ambruknya pasar ekuitas di hampir seluruh belahan dunia hari ini, Rabu, 9 Mei 2012, praktis tinggal menyisakan dua pilihan.
Puput Jumantirawan
Puput Jumantirawan - Bisnis.com 09 Mei 2012  |  09:35 WIB

JAKARTA: Hancurnya harga komoditas yang dibarengi ambruknya pasar ekuitas di hampir seluruh belahan dunia hari ini, Rabu, 9 Mei 2012, praktis tinggal menyisakan dua pilihan.

 

Berinvestasi di dolar atau obligasi. Tentu saja itu pilihan yang tidak sulit. Paling tidak, masih lebih sulit memilih saham-saham second liner yang menjanjikan gain sesaat.

 

Yang pasti, naiknya tensi politik Yunani bukanlah perkara remeh. Risikonya adalah kian dalamnya krisis utang kawasan yang berujung pada keluarnya Yunani dari zona Euro.

 

Belum lagi kalau beda pandangan antara Presiden Prancis Francois Hollande & Kanselir Jerman Angela Merkel meruncing. Berikut beberapa poin analisis investasi hari ini, Rabu 9 Mei 2012:

 

Saham

* Wall Street terpuruk, S&P 500 -0,4% ke 1.363,72, terendah dalam sebulan

* Dow Jones -0,6% ke 12.932,09, bertahan di zona merah untuk hari kelima

* Bursa acuan Asia pagi ini juga ikut terpuruk ke 120,78, terendah dalam 3 bulan

* Nikkei, Hang Seng, Kospi, serentak masuk ke zona merah

 

Emas

* Minyak turun lagi ke US$97,15 per barel, emas tersungkur 2,1% ke US$1.604,5 per ounce

* Komoditas lain seperti kedelai, gula, ikut menyelam. Indeks komoditas terburuk sejak Agustus

* Harga emas lokal mengacu pada harga PT Aneka Tambang Tbk turun Rp4.000 ke Rp534.000/ gr

* Seolah mengantisipasi penurunan lebih lanjut, harga buyback-nya anjlok Rp11.000 ke Rp474.000/gr

 

Valas & obligasi

* Perlemahan nilai tukar Euro terus berlanjut ke US$1,2992, penurunan terlama dalam 3,5 tahun

* Sebaliknya, harga obligasi AS, juga dolar terus menguat, 0,4% terhadap mitra utamanya.

* Meski dibatasi, kredit valas tumbuh 30,48% per Maret jadi Rp356,9 triliun

* Porsi asing di obligasi korporasi per April naik ke 23,36% (Bsi)

 

BACA JUGA

1. Hati-Hati Ngoceh di Twitter, Nanti...

2. JOHN TRAVOLTA Kesandung Tukang Pijat

3. Bisnis Indonesia Hari Ini: Harga Gas Domestik Akhirnya Dinaikkan

4. REKOMENDASI: Ini Saham Pilihan 5 Sekuritas

5. Wah, 18.030 Orang Dapat Izin Pegang Senjata Api

6. MAFIA ITALIA - Brigade MERAH, Bangkit

7. ROKOK Bukan Penyebab KANKER?

8. Kartini Muljadi Kantongi Rp1 Triliun dari Tempo Scan

9. Liga CHAMPIONS: CHELSEA Bakal Kesulitan Tantang MUNICH?

10. Awas! FBI Sadap Facebook, GMail, YM dan Skype!


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top