HARGA MINYAK: Peringkat sejumlah negara Asia terancam

JAKARTA: Standard & Poor's Ratings Services menyatakan melambungnya harga minyak akan berdampak negatif terhadap peringkat sejumlah negara di Asia Pasifik.Menurut lembaga pemeringkat itu, kenaikan harga minyak yang berkelanjutan akan mengkatalisasi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 April 2012  |  15:12 WIB

JAKARTA: Standard & Poor's Ratings Services menyatakan melambungnya harga minyak akan berdampak negatif terhadap peringkat sejumlah negara di Asia Pasifik.Menurut lembaga pemeringkat itu, kenaikan harga minyak yang berkelanjutan akan mengkatalisasi perubahan peringkat sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik."Negara yang mensubsidi harga minyak terancam terkena pemeringkatan apabila harga minyak rata-rata dalam setahun ini berada di atas US$150 per barel," papar analis kredit  Standard & Poor's Kim Eng Tan, 30 April 2012.Dia menilai subsidi harga bahan bakar minyak (BBM) akan memperlemah fiskal dan indikator eksternal lain yang mempengaruhi pemeringkatan.Namun, dia mengakui bagi sejumlah negara  penurunan subsidi harga BBM akan berdampak terhadap instabilitas politik."Di  India dan Sri Lanka, kami menilai harga BBM dan subsidi yang terkait akan memperburuk fiskal dan level subsidi. Meski, hal ini diiringi dengan pertumbuhan ekonomi yang positif,  hasil pemeringkatan bisa negatif."Harga minyak turun dari penutupan tertinggi dalam hampir empat pekan karena investor berspekulasi  kenaikan komoditas ini  tidak berlanjut.Harga turun 0,3% setelah naik 1,8% pada pekan lalu. Harga naik 27 April setelah lonjakan terbesar pada belanja konsumen AS dalam lebih dari setahun dan sejalan laba perusahaan yang lebih baik daripada proyeksi.Harga minyak mentah untuk penyerahan Juni berada pada US$104,78 per barel, turun 15 sen, di New York Mercantile Exchange pukul 7.53 waktu Singapura.Pada 27 April harga kontrak tersebut naik 38 sen atau 0,4% menjadi US$104,93 per barel, penutupan tertinggi sejak 2 April. Harga 1,7% lebih tinggi bulan ini dan naik 6% tahun ini. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : M. Munir Haikal

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top