KINERJA GARUDA: Pertama kali raih untung US$4,9 juta kuartal I

 
nonaktive - Arif Gunawan Sulistyono | 30 April 2012 20:58 WIB

 

JAKARTA: Maskapai Garuda Indonesia untuk pertama kalinya meraup untung pada kuartal pertama 2012 yakni US$4,9 juta atau meningkat tajam dari posisi kuartal pertama tahun lalu yang rugi US$19,34 juta.

 

Laba ini didukung peningkatan jumlah penumpang 25,33% menjadi 4,6 juta.

 

"Laba komprehensif periode berjalan tersebut didapat dari pendapatan sebesar US$717,45 juta atau naik 23 % dibanding tahun lalu yang sebesar US$583,30 juta," ujar Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar, Senin 30 April 2012.

 

Dari sisi operasional, Garuda juga mencatatkan tren positif. Jumlah penumpang yang diangkut mencapai 4,6 juta penumpang atau naik 25,33% dibanding tahun lalu yang sebesar 3,7 juta penumpang.

 

Tingkat keterisian pesawat juga naik 1,53% dari 71,69% menjadi 72,79%. Hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah frekuensi penerbangan dari 28.952 penerbangan menjadi 35.144 penerbangan.

 

"Kuartal pertama setiap tahun sebenarnya merupakan saat-saat berat bagi bisnis penerbangan karena pada saat itu tidak banyak musim liburan dan kebanyakan orang menahan diri untuk bepergian. Hampir semua maskapai di dunia mengalami masa sulit, kecuali maskapai di daerah China dan sekitarnya yang ada liburan hari raya Imlek," kata Emirsyah.

 

Menurut Emirsyah, pencapaian ini merupakan pretasi pertama yang diraih Garuda Indonesia setelah pada periode kuartal I tahun- tahun sebelumnya selalu mengalami kerugian akibat sepinya permintaan pada periode kuartal I yang merupakan masa low season.

 

"Garuda mencatat sukses kuartal pertama ini karena ada beberapa program pemasaran. Misalnya kita buat travel fair dan program early bird tahun lalu. Dengan program itu, penumpang bisa mendapatkan harga murah untuk penerbangan kuartal pertama tahun ini, namun harus beli jauh-jauh hari," ujarnya.

 

Mendatang, Emirsyah tetap optimis Garuda akan tetap menangguk untung. Pasar penerbangan domestik akan tetap meningkat.

 

Walaupun demikian, Garuda akan tetap mewaspadai fluktuasi harga avtur yang saat ini telah menjulang tinggi.

 

Dalam kesempatan yang sama,  Ikhwan Zulhizan, mewakili karyawan Garuda Indonesia menyatakan bersyukur bahwa rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Garuda telah berjalan baik dan lancar.

 

"Kami menyampaikan apresiasi kepada pemegang saham yang telah menetapkan direksi Garuda yang baru, yang terdiri dari angkatan muda dan kredible, sehingga program transformasi di Garuda Indonesia akan dapat berlanjut dengan baik", tuturnya.

 

Dia menambahkan seluruh karyawan Garuda akan mendukung sepenuhnya program-program pengembangan Garuda ke depan dengan semangat one team, one spirit, one goal. "Kami berharap tidak ada lagi pihak-pihak yang mengganggu program pengembangan Garuda ke depan," ucap Zulhijan.

 

Jumlah penumpang

 

Selain berhasil meraih peningkatan pendapatan dan laba komprehensif periode berjalan secara signifikan, pada kuartal I/2012, Garuda Indonesia juga berhasil meningkatkan kinerja aspek operasionalnya.

 

Emirsyah menyebutkan Garuda Indonesia berhasil mengangkut 4,6 juta penumpang atau meningkat 25,33% dibanding periode yang sama tahun lalu yang 3,7 juta penumpang.

 

Penumpang domestik meningkat 23,01% dari 2.598.224 penumpang pada kuartal I/2011 menjadi 3.195.996 penumpang pada kuartal 1/2012.

 

Penumpang internasional juga meningkat menjadi 834.492 penumpang dari tahun lalu sebanyak 706.886, atau mengalami peningkatan sebesar 18,05%. (ea)

Tag :
Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top