AKSI KORPORASI: Sampoerna bagikan sisa dividen Rp6,79 triliun

SURABAYA: RUPS PT Hanjaya Mandala (HM) Sampoerna Tbk menyetujui pembagian sisa dividen tahun buku 2011 sebesar Rp6,79 triliun atau sebesar Rp1.550 per lembar saham kepada pemegang saham.Direktur Keuangan HM Sampoerna Mark Ingo Niehaus mengatakan pada
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 27 April 2012  |  15:02 WIB

SURABAYA: RUPS PT Hanjaya Mandala (HM) Sampoerna Tbk menyetujui pembagian sisa dividen tahun buku 2011 sebesar Rp6,79 triliun atau sebesar Rp1.550 per lembar saham kepada pemegang saham.Direktur Keuangan HM Sampoerna Mark Ingo Niehaus mengatakan pada RUPS tahun ini perseroan telah menyetujui untuk mendeklarasikan dividen Rp7,6 triliun atau Rp1.750 per lembar saham yang termasuk dividen interim yang dibagikan kepada pemegang saham Rp876 miliar  pada 23 Desember 2011.Dengan begitu lanjutnya, dividen tahun buku 2011 masih sisa Rp6,79 triliun."Dana tersebut diputuskan untuk dibagikan lagi kepada pemegang saham sebagai dividen tunai dengan besaran Rp1.550 per lembar saham," ujarnya pada paparan publik hari ini, Jumat, 27 April 2012.Menurutnya, pencapaian dividen tersebut tidak lepas dari kondisi bisnis industri rokok di Indonesia yang prospektif untuk terus mengalami pertumbuhan. Kondisi itu terlihat dari kinerja Sampoerna yang terus meningkat baik penjualan maupun pertumbuhan produksinya.Namun Mark tidak bisa menyebutkan seberapa besar bertumbuhan bisnis Sampoerna yang akan dicapai pada tahun ini. Begitu juga dengan peningkatan produksi rokok.Namun dengan melihat statistik volume produksi beberapa tahun terakhir, dia opitmistis tahun ini perseroan tetap akan membukukan pertumbuhan positif  baik pendapatan, penjualan maupun  volume kapasitas produksi pabrikannya.Bahkan perseroan, lanjutnya, juga belum memiliki rencana khusus untuk pengembangan usaha. "Kami belum bisa sebutkan rencana belanja modal untuk tahun ini." (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top