HARGA KARET: Produksi & konsumsi akan seimbang tahun ini

BANGKOK: Kelompok Studi karet Internasional (IRSG) memprediksi pasar karet akan mencapai keseimbangan tahun ini karena pertumbuhan ekonomi global melambat, memotong permintaan bahan baku yang digunakan dalam ban dan sarung tangan.Ekonom senior IRSG Lekshmi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 26 April 2012  |  13:38 WIB

BANGKOK: Kelompok Studi karet Internasional (IRSG) memprediksi pasar karet akan mencapai keseimbangan tahun ini karena pertumbuhan ekonomi global melambat, memotong permintaan bahan baku yang digunakan dalam ban dan sarung tangan.Ekonom senior IRSG Lekshmi Nair mengatakan konsumsi dapat tumbuh 3,4% menjadi 11,3 juta ton, karena perlambatan pertumbuhan di China. Di sisi lain, produksi akan naik 3,2% menjadi 11,3 juta ton."Pandangan ini mencerminkan penilaian pada kesehatan ekonomi global memasuki 2012 dan maju ke 2013," kata Nair. Produksi akan naik menjadi 11,9 juta ton pada 2013, sementara permintaan mungkin akan naik menjadi 11,8 juta ton.Melemahnya permintaan dapat membatasi kenaikan harga, berpotensi memotong biaya untuk perusahaan seperti Bridgestone Corp, Michelin & Cie dan Goodyear Tire & Rubber Co, 3 pembuat ban terbesar.Harga karet berjangka telah maju 17% tahun ini setelah kemerosotan 36% tahun lalu. Nair mengatakan proyeksi IRSG terbaru didasarkan estimasi pertumbuhan global 3,3% oleh Dana Moneter Internasional.Pada 17 April, IMF menaikkan estimasi menjadi 3,5%.Pemberi pinjaman yang berbasis di Washington itu mempertahankan perkiraan pertumbuhan 8,2% untuk China, di mana para pembuat kebijakan bulan lalu memotong target 2012 menjadi 7,5%, terendah sejak 2004. China adalah konsumen terbesar di dunia karet.Nair mengatakan IRSG akan merilis revisi perkiraan pada Juni, dengan mempertimbangkan proyeksi IMF pada April.Pada Desember IRSG memproyeksikan permintaan bakal naik 4,6% menjadi 11,49 juta ton tahun ini, dan produksi naik 5,1% ke 11,42 juta ton, menyebabkan kekurangan pasokan 77.000 ton. (Bloomberg/Mtb/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top