HARGA MINYAK: Gara-gara The Fed, minyak naik ke US$104,05

MELBOURNE: Minyak mendekati level tertinggi dalam lebih dari sepekan setelah Federal Reserve mengharapkan percepatan pertumbuhan, meningkatkan spekulasi akan kenaikan permintaan energi.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 26 April 2012  |  08:03 WIB

MELBOURNE: Minyak mendekati level tertinggi dalam lebih dari sepekan setelah Federal Reserve mengharapkan percepatan pertumbuhan, meningkatkan spekulasi akan kenaikan permintaan energi.

 

Federal Open Market Committee dalam catatannya mengatakan pertumbuhan ekonomi AS akan tetap moderat selama kuartal mendatang hingga naik secara bertahap.

 

Harga produk berjangka pagi ini sedikit berubah setelah kenaikan 0,6% kemarin. Minyak mentah pengiriman Juni berada pada US$104,05 per barel di New York pukul 9.46 waktu Sydney.

 

Harga kontrak ini kemarin naik 57 sen menjadi US$104,12, penutupan tertinggi sejak 17 April. Harga 5,3% lebih tinggi tahun ini.

 

Adapun, harga minyak brent untuk pengiriman Juni meningkat 0,8% menjadi US$119,12 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London.

 

Stok naik

Penurunan harga sebelumnya diakibatkan kenaikan stok di AS dan pernyataan utusan Iran di Moskow soal adanya proposal untuk menghentikan perluasan program nuklir.

 

Duta Besar Iran Mahmoud Reza Sajjadi kemarin mengatakan negaranya mempertimbangkan proposal Rusia untuk menghentikan perluasan program nuklirnya untuk menghindari sanksi baru.

 

Harga minyak telah naik tahun ini di tengah spekulasi bahwa ketegangan Barat dengan Iran dapat mengganggu pasokan global.

 

Sementara itu, menurut Departemen Energi, stok minyak mentah AS naik 3,98 juta barel menjadi 373 juta pekan lalu sejalan pasokan yang naik ke level tertinggi dalam 12 tahun. (Bloomberg/Mtb/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top