TRANSAKSI VALAS: Mata uang Asia menguat

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 April 2012  |  10:17 WIB

 

SEOUL: Mata uang Asia menguat, dipimpin oleh dolar Taiwan, sejalan sinyal pemulihan ekonomi AS yang jadi momentum cerah bagi prospek ekspor kawasan itu.

 

Indeks Asia Dolar Bloomberg-JPMorgan naik untuk hari kedua setelah laporan kemarin menunjukkan rumah baru di AS dijual pada tingkat 328.000 (tahunan) selama Maret. Angka itu lebih dari proyeksi pasar 319.000 dalam survei Bloomberg

 

Di sisi lain, kepercayaan konsumen Korea Selatan berada di 104 pada April, tertinggi dalam 11 bulan, seperti yang dilaporkan bank sentral hari ini, 25 April 2012.

 

Sementara itu, menurut survei Bloomberg, ekspor Thailand naik untuk bulan kedua pada Maret, setelah 3 bulan menurun. Data resmi keluar besok.

 

"Pemulihan AS menambah keyakinan bahwa negara Asia yang berorientasi ekspor akan mendapat keuntungan dari pertumbuhan yang lebih kencang. Itu membantu untuk menopang mata uang Asia," kata Kepala Ekonom RAM Holdings Bhd Kim Leng Ya.

 

Menurut Taipei Forex Inc, dolar Taiwan naik 0,2% menjadi NT$29,479 terhadap dolar AS pada pukul 10.00 waktu setempat.

 

Won Korea Selatan menguat 0,1% menjadi 1.139,80 per dolar, peso Filipina juga naik 0,1% menjadi 42,667 per dolar. Yuan China menguat 0,05% menjadi 6,3041 per dolar.

 

Kenaikan itu sejalan dengan Indeks Dolar Asia, yang melacak 10 mata uang regional yang paling aktif tidak termasuk yen, menguat 0,03% menjadi 116,52.

 

Di tempat lain, rupiah terapresiasi 0,1% menjadi 9.183 per dolar. Baht Thailand dan ringgit Malaysia sedikit berubah masing-masing pada 30,96 dan 3,0647. Adapun dong Vietnam turun 0,5% menjadi 20.860.(Bloomberg/Mtb/ea)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top