WALL STREET: S&P pimpin indeks ke zona hijau

NEW YORK: Bursa saham AS bergerak ke zona hijau mengkompensasi penurunan indeks Standard & Poor 500 kemarin setelah pendapatan perusahaan AT&T Inc dan 3M (MMM) Co lebih baik dari perkiraan dan data pasar perumahan mulai stabil.AT&T, perusahaan
News Editor | 25 April 2012 04:23 WIB

NEW YORK: Bursa saham AS bergerak ke zona hijau mengkompensasi penurunan indeks Standard & Poor 500 kemarin setelah pendapatan perusahaan AT&T Inc dan 3M (MMM) Co lebih baik dari perkiraan dan data pasar perumahan mulai stabil.AT&T, perusahaan AS telepon terbesar, dan 3M, pemilik merek ternama Post-it, naik sedikitnya 1,5%. International Business Machines Corp (IBM) mengeruk keuntungan 0,7% setelah perusahaan meningkatkan rencana pembelian kembali dengan US$7 miliar dan menaikkan dividennya.Juniper Networks Inc meningkat 7,2% setelah proyeksi analis mengalahkan pendapatan. Apple Inc (AAPL) melonjak 7,5% pada pukul 17.00 waktu New York dengan keuntungan hampir dua kali lipat pada kuartal terakhir.S&P 500 naik 0,4% menjadi 1.371,97 pada pukul 16.00 waktu New York. Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 74,39 poin atau 0,6% ke 13.001,56. Nasdaq Composite Index melemah 0,3% menjadi 2.961,60. Sedikitnya 6,2 miliar saham berpindah tangan di bursa AS hari ini atau 7,8% di bawah rata-rata 3 bulan."Saham memiliki ruang untuk bergerak lebih tinggi," kata David Kelly, strategis pasar utama di JP Morgan Funds yang membantu mengawasi sekitar US$394 miliar. "Laba sehat. Bar telah diturunkan begitu jauh sehingga Anda hanya bisa berjalan di atasnya. Perumahan membaik. Sebuah tanda dari atas pasar adalah ketika orang bersemangat. Tidak ada kegembiraan seperti yang disaksikan kemarin. "Bursa rebound dari kemerosotan kemarin, memperpanjang reli S&P 500 sekitar 9.1%. Laba per saham mengalahkan perkiraan perusahaan yang melaporkan hasil sejak 10 April sebesar 82%, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Harga per saham tumbuh 3,3% dalam kuartal pertama, data Bloomberg. Angka itu naik dari proyeksi pertumbuhan 0,8% sebelum musim pendapatan dimulai. (Bloomberg/arh)

Sumber : Newswire

Tag :
Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top