HARGA EMAS: Melemahnya dolar angkat emas ke US$1.643,80

NEW YORK: Harga emas naik untuk hari ketiga setelah dolar AS kembali sekaligus menambah daya tarik logam tersebut sebagai investasi alternatif.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 April 2012  |  07:25 WIB

NEW YORK: Harga emas naik untuk hari ketiga setelah dolar AS kembali sekaligus menambah daya tarik logam tersebut sebagai investasi alternatif.

 

Harga emas pengiriman Juni naik 0,7% ke US$1.643,80 per ounce pada pukul 1:42 pm di Bursa Komoditas New York, Rabu 25 April 2012. Sepanjang tahun berjalan, emas sudah naik 4,9%.

 

Dolar AS tergerus 0,4% dari mata uang mitra utamanya, sejalan dengan posisi imbal hasil rendah obligasi Spanyol dan Italia, yang menepis memburuknya krisis utang Eropa.

 

Poud sterling nyaris mencapai level tertinggi dalam 6 bulan terhadap dolar AS setelah kemarin Kantor Manajemen Utang Inggris meyatakan pembiayaan bersih yang dibutuhkan Inggris turun.

 

“Beberapa berita baik soal ekonomi di Eropa menekan dolar,” kata Sterling Smith, analis Country Hedging di St. Paul, Minnesota. “Jadi sekarang orang lebih berani berinvestasi,.”

 

Bersamaan dengan itu, berdasar data IMF, Mexico menaikkan cadangan emasnya 16,8 metrik ton ke 122.6 pada bulan lalu. Hal yang sama juga dilakukan Turki, Russia dan Kazakhstan.

 

Harga perak untuk pengirman Juli juga naik 0,7% ke US$30.815 per ounce, berkebalikan dengan paladium dan platinum yagn kembali terkoreksi untuk hari kedua.

 

Harga palladium pengiriman Juni jatuh 0,8% ke US$665,80 per ounce, sedangkan platinum untuk pengiriman Juli tergelincir 0,5% ke US$1.548,10 per ounce. (Bloomberg/Bsi)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ SKANDAL DPR, lagi-lagi

+ REKOMENDASI SAHAM Hari Ini

+ HEADLINES MEDIA Hari ini

+ SINGAPORE Allows Indonesian BANK Expansion

+ BCA Closes Units in MALAYSIA

+ BAKRIE Seeks US$100 Million Loan

+ Yuk ke INACRAFT

+ Haahhhh, ORGAN TUBUH TKI dicuri!

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top