HARGA MINYAK: Data positif ekonomi AS angkat minyak ke US$103,55

NEW YORK: Harga minyak naik setelah per Februari harga rumah di 20 kota di AS turun dalam besaran terendah, mendorong optimisme ekspansi ekonomi AS,  pemakai minyak terbesar dunia.
News Editor | 25 April 2012 07:09 WIB

NEW YORK: Harga minyak naik setelah per Februari harga rumah di 20 kota di AS turun dalam besaran terendah, mendorong optimisme ekspansi ekonomi AS,  pemakai minyak terbesar dunia.

 

Harga minyak untuk pengiriman Juni naik 44 sen ke US$103,55 per barel di Bursa Komoditas New York, Rabu 25 April 2012. Sepanjang tahun berjalan, harga minyak sudah naik 4,8%.

 

Pemicunya adalah penurunan nilai properti di indeks S&P/Case-Shiller sebesar 3,5%, penurunan terendah dalam setahun terakhir—yang diikuti laporan penguatan penjualan ruman per Maret

 

Faktor lainnya adalah kenaikan kekayaan perusahaan-perusahaan manufaktur AS yang terdaftar di bursa, yang melebihi prediksi pendapatannya semula.

 

American Petroleum Institute juga menyatakan stok minyak AS jatuh 985.000 barel ke 368,4 juta pekan lalu. Stok dari Departemen Energi yang dirilis besok diproyeksi naik 2,8 juta barel.

 

“Kita mengikuti semua berita ekonomi yang menandai membaiknya permintaan,” kata Michael Lynch, President Strategic Energy & Economic Research di Winchester, Massachusetts.

 

Harga minyak brent Juni turun 55 sen atau 0,5% ke US$118,16 per barel di Bursa Komoditas London. Harga acuan Eropa ini premium US$14.61 dari harga New York. (Bloomberg/Bsi)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

 

+ Berita Utama BISNIS INDONESIA Hari Ini

+ REKOMENDASI SAHAM Hari Ini

+ HEADLINES MEDIA Hari ini

+ SINGAPORE Allows Indonesian BANK Expansion

+ BCA Closes Units in MALAYSIA

+ BAKRIE Seeks US$100 Million Loan

+ Yuk ke INACRAFT

+ Haahhhh, ORGAN TUBUH TKI dicuri!

+ SKANDAL DPR, lagi-lagi

Sumber : Newswire

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top