ASTRA GRAPHIA anggarkan belanja modal Rp300 miliar

 
Erly Rusiawati | 25 April 2012 17:41 WIB

 

JAKARTA: PT Astra Graphia Tbk—sayap Grup Astra yang bergerak di sektor teknologi pengolahan dokumen, informasi, dan komunikasi—menganggarkan dana sebesar Rp300 miliar untuk  capex (capital expenditur) atau belanja modal tahun ini.
 
Direktur Astra Graphia Lim Eng Poh mengatakan dana belanja modal tersebut akan digunakan untuk ekspansi organik perseroan melalui penambahan beberapa mesin pengolahan dokumen serta penambahan beberapa cabang dan titik pelayanan baru.
 
“Kami akan menganggarkan Rp175 miliar untuk AGDS [Astra Graphia Document Solution] dan Rp125 miliar untuk AGIT [Astra Graphia Information Technology],” jelasnya saat paparan publik hari ini, Rabu  25 Maret 2012.
 
Dana capex perseroan tahun ini meningkat tajam dibandingkan dengan capex tahun lalu sebesar Rp88,51 miliar. Menurut Lim, besarnya dana capex tahun ini ditujukan untuk menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba bersih semiten berkode ASGR tersebut agar tetap berada di kisaran dua digit.
 
Sayangnya, Lim enggan merinci berapa besar target pertumbuhan tahun ini. Meski begitu, dia optimistik target pertumbuhan dua digit bakal bisa dilampaui ASGR jika merujuk pertumbuhan di kuartal I tahun ini.
 
Hingga tiga bulan pertama tahun ini, ASGR telah membukukan penjualan sebesar Rp423 miliar, tumbuh 35,46% dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, raihan laba bersih mencapai Rp34 miliar, atau tumbuh 56,1%.
 
Kebutuhan dana untuk belanja modal tahun ini akan dipenuhi melalui kombinasi antara kas internal dan pinjaman bank. Berdasarkan laporan keuangan kuartal I ASGR, nilai kas dan setara kas perseroan mencapai Rp148,6 miliar.
 
“Kami akan mengoptimalisasi pinjaman perbankan sebab rasio leverage kami masih terhitung rendah. Sampai saat ini sudah ada 6—7 bank yang siap memberikan pinjaman,” jelasnya.
 
Lim enggan membeberkan bank mana saja yang siap mengucucurkan dana segar untuk perseroan. Dia hanya menyebut, ASGR telah mendapatkan plafon pinjaman dari sebuah bank nasional sebesar Rp250 miliar dan sebuah bank asing senilai Rp150 miliar, di akhir tahun lalu.
 
Lonjakan dana belanja modal ASGR masih mungkin bertambah, sebab perseroan berencana menambah lini bisnis baru tahun ini. Presiden Direktur Astra Graphia Lukito Dewandaya mengaku saat ini perseroan sedang dalam proses penjajakan untuk mengakuisisi perusahaan baru.
 
“Kalau lini apa yang mau kami tambah belum bisa disebutkan, yang jelas perseroan sedang dalam penjajakan dengan beberapa perusahaan. Paling tidak, kami akan menambah satu lini bisnis baru tahun ini entah dengan joint venture atau akuisisi,” tandasnya.
 
Seperti diketahui, belum lama ini perseroan menggandeng Monitise Asia Pacific untuk membentuk perusahaan patungan bernama PT Agit Monitise Asia Pacific. Perusahaan ini bergerak di bidang  penyediaan pusat data untuk transaksi mobile banking, pembayaran, dan komersial. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top