HARGA SAHAM FREN meroket

 
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 25 April 2012  |  12:28 WIB

 

JAKARTA: Meroketnya harga saham PT Smartfren Telecom Tbk sejak 20 April hingga kemarin diklaim oleh manajemen tidak terkait dengan aksi korporasi yang akan dilakukan sayap telekomunikasi Grup Sinar Mas tersebut.
 
Sekretaris Perusahaan Smartfren Telecom Ade Rusmanta dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia siang ini, 25 April 2012, mengatakan perusahaan tidak tahu menahu tentang kenaikan tersebut dan tidak berniat melakukan aksi korporasi.
 
"Perseroan hingga pemberian penjelasan ini tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham perseroan di Bursa dalam waktu 3 bulan mendatang," ujar Ade.
 
Data harga saham historis perseroan mencatat saham emiten berkode FREN itu sudah naik 61 poin atau 81,33% dari Rp75 pada 20 April ke Rp136 kemarin.
 
Hingga siang ini, harga saham perusahaan juga sudah naik 10 poin lagi, atau sebesar 7,35% dari posisi penutupan kemarin, sehingga membentuk harga di level Rp146. Posisi terakhir siang ini, pada pantauan 11:35, telah membentuk kapitalisasi pasar sahamnya Rp2,59 triliun.
 
Sebelum bergerak dari kisaran Rp75, saham perseroan yang dipimpin Rodolfo Pantoja itu bergerak turun dari Rp225 pada 17 Februari ke Rp66 pada 30 Maret.
 
Penurunan dipicu adanya aksi penggabungan nilai saham (reverse stock) dengan rasio yang drastis, yaitu 20:1, sehingga membentuk harga yang semula tak bergerak di level Rp50 ke Rp1.000.
 
Dari Rp1.000, saham perseroan langsung anjlok hingga berada di Rp225 pada 17 Februari yang terus melandai dan stabil di kisaran Rp70.
 
Perusahaan merupakan hasil penggabungan PT Mobile-8 Telecom Tbk yang terjerat utang dan PT Smart Telecom melalui 'backdoor listing' yang memanfaatkan skema penawaran umum terbatas (PUT/rights issue).
 
Mobile-8 Telecom pernah dikuasai Grup Bimantara milik Bambang Trihatmodjo yang kemudian menjadi salah satu perusahaan dalam Grup MNC pimpinan Hary Tanoesoedibjo. (spr)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Kahfi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top