OBLIGASI BTN: Fitch ganjar peringkat AA

JAKARTA: Fitch Ratings menetapkan peringkat nasional jangka panjang program penerbitan obligasi berkelanjutan PT Bank Tabungan Negara Tbk sebesar Rp4 triliun pada level AA(idn) senilai Rp2 triliun.Obligasi yang dalam program ini akan diterbitkan dalam
News Editor | 24 April 2012 16:16 WIB

JAKARTA: Fitch Ratings menetapkan peringkat nasional jangka panjang program penerbitan obligasi berkelanjutan PT Bank Tabungan Negara Tbk sebesar Rp4 triliun pada level AA(idn) senilai Rp2 triliun.Obligasi yang dalam program ini akan diterbitkan dalam dua tahun. Level pemeringkatan yang sama juga ditetapkan terhadap obligasi tranche I 2012 bertenor 10 tahun.Analis Fitch Ratings Stefanus Yuniardhi menjelaskan dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.Perusahaan sekuritas yang ditunjuk menjadi penjamin pelaksana emisi obligasi ini adalah PT Danareksa Sekuritas, PT CIMB Securities Indonesia, dan PT Indo Premier Securities.  "Peringkat nasional mencerminkan dukungan yang kuat dari pemerintah terhadap kebijakan BTN yan menyediakan pembiayaan bersubsidi bagi rumah murah," paparnya melalui riset yang dikirim ke Bisnis, siang ini.BTN mencari dana senilai Rp5 triliun dari penawaran saham terbatas dan penerbitan obligasi. BTN akan menawarkan obligasi senilai Rp2 triliun dengan tenor 10 tahun pada awal semester II tahun ini.Penerbitan obligasi BTN melengkapi rencana perseroan untuk menggelar penawaran saham terbatas (rights issue) yang ditargetkan meraup dana Rp3 triliun.Kementerian BUMN telah menyetujui rencana BTN menggelar rights issue meski jumlah saham pemerintah akan turun dari 72,92% menjadi 60%.Setiap tahun, BTN menerbitkan obligasi untuk mendukung ekspansi kredit perseroan ke sektor perumahan yang memiliki tenor panjang.Kredit BTN pada akhir tahun lalu mencapai Rp63,6 triliun, naik 23,31% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp51,5 triliun.Selain itu, jumlah dana pihak ketiga perseroan mencapai Rp61,9 triliun, tumbuh 30,34% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp47,5 triliun. (Bsi)

Sumber : M. Munir Haikal

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top