PREDIKSI IHSG: Minim sentimen, indeks bakal sideways

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 April 2012  |  07:42 WIB

 

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan diprediksi bergerak sideways dengan kecenderungan melemah, seiring dengan masih dominannya sentimen negatif yang datang dari luar.

 

Kepala Riset Henan Putihrai Felix Sindhunata mengatakan salah satu berita yang menjadi perhatian pemodal pekan ini adalah kelanjutan cerita mengenai pemilihan umum di Prancis.

 

“Pemodal sedang mencermati cerita mengenai pemilu di Prancis karena ada renegosiasi kebijakan fiskal oleh partai oposisi,” ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

 

Seperti diketahui, Nicolas Sarkozy dan calon dari partai oposisi Francois Hollande berhasil maju ke putaran kedua pemilu Prancis. Jika Hollande menang, pasar khawatir kebijakan yang diambilnya akan memperburuk krisis Eropa.

 

Selain itu, Felix menambahkan pemodal juga sedang mencermati kondisi Belanda yang sedang memertahankan peringkat utangnya di rating AAA. Buruknya data manufaktur Eropa juga disebutnya menjadi sentimen negatif yang berpotensi menekan indeks hari ini.

 

Dari dalam negeri, dirilisnya laporan keuangan kuartal pertama oleh emiten yang melantai di BEI bisa sedikit menahan jatuhnya indeks ke zona merah.  “Tetapi saya tidak berharap banyak pada laporan keuangan kuartal I, jika kondisi Eropa terus memburuk,” imbuhnya.

 

Pada perdagangan hari ini, Felix memprediksi support—resistance akan berada di kisaran 4.111—4.185. Felix merekomendasikan pemodal untuk mencermati saham-saham dengan orientasi domestic seperti LSIP, AALI, dan GGRM.

 

Setelah bergerak di kisaran 4193,24—4130,85, IHSG memulai pekan ini dengan koreksi 0,6% ke level 4155,49. Felix menyebut koreksi tersebut disebabkan oleh kondisi bursa regional  yang sebagian besar ditutup memerah.

 

Meski berita positif datang dari hasil pertemuan IMF – World bank, IHSG masih saja tertekan. Pelaku pasar tampaknya lebih menantikan rilis terbaru laporan keuangan para emiten kuartal I/2012. Sementara itu, indeks BISNIS-27 turun 0,77% ke level 350,60.

 

Total volume transaksi mencapai 5,59 miliar saham dengan nilai transaksi senilai Rp4,26 triliun. Dari sepuluh sektor, hanya sektor consumer yang ditutup di zona hijau dengan penguatan tipis 0,04%.

 

Pelemahan indeks dipimpin oleh sektor tambang dan aneka industri yang terkoreksi masing-masing 2,39% dan 1,91%. Menurut Felix, sektor tambang berpeluang kembali terkoreksi hari ini seiring turunya harga batu bara di pasar internasional.

 

“Per hari ini, NCI [Newcastle Coal Index] yang jadi benchmark harga batu bara internasional kembali turun ke harga US$102,4 per ton. Padahal awal April lalu NCI masih diatas US$103 per ton."

 

Berita positif datang dari IMF yang menegaskan akan mengumpulkan dana talangan sampai US$430 miliar yang ditujukan untuk menyelesaikan krisis Eropa.

 

Meski begitu, pinjaman tersebut tidak bisa langsung diberikan namun ada persyaratan tertentu yang harus dilakukan negara-negara yang ingin meminjam dana tersebut.

 

Di satu sisi, pengumpulan dana tersebut juga menimbulkan implikasi politik di antara negara donor. AS, misalnya menolak memberikan pinjaman lebih tinggi lagi kepada Uni Eropa.

 

Sementara itu, China dan Brasil sebagai salah satu negara pendonor yang cukup besar justru menuntuk hak voting lebih besar disebabkan peranan mereka yang semakin besar menjaga perekonomian dunia. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Muhammad Kholikul Alim & Indra

Editor : Kahfi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top