BURSA EROPA: Indeks sentuh level terendah

LONDON: Pasar saham Eropa jatuh ke level terendah dalam 3 bulan setelah data manufaktur zona euro dan China mngekhawatirkan dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte yang mengajukan pengunduran diri usai berjuang meraih kesepakatan penghematan.Renault SA
News Editor | 24 April 2012 04:52 WIB

LONDON: Pasar saham Eropa jatuh ke level terendah dalam 3 bulan setelah data manufaktur zona euro dan China mngekhawatirkan dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte yang mengajukan pengunduran diri usai berjuang meraih kesepakatan penghematan.Renault SA (RNO) dan ArcelorMittal (MT) memimpin aksi jual di sektor pembuat mobil dan perusahaan komoditas. ING Groep NV (Inga) dan Aegon NV (AGN) anjlok lebih dari 6% di tengah kekhawatiran Belanda akan kehilangan peringkat AAA. Royal Philips Electronics NV menguat 3,3% setelah mengalahkan perkiraan analis terkait pendapatan.Stoxx 600 sebagai patokan indeks Eropa turun 2,3% menjadi 251,75 di London, terendah sejak Januari 16. Indeks itu telah kehilangan beruntun sejak pekan lalu setelah Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan perkiraan pertumbuhan global dan pendapatan perusahaan AS perkiraan mengalahkan."Ada banyak alasan untuk pasar ini untuk memperbaiki hari ini," kata Patrick Moonen, ahli strategi senior di ING Investment Management di Den Haag, yang mengelola US$163 miliar.

 

"Lingkungan politik di Eropa belum membaik selama akhir pekan dan kami memiliki beberapa data makro yang lebih lemah dari perkiraan yang jelas mengecewakan. Sentimen pasar secara keseluruhan telah berubah bearish, tapi saya sama sekali tidak khawatir bahwa ini lebih dari koreksi. "Kondisi zona Euro dan data kontrak manufaktur, lebih dari yang diperkirakan pada bulan April, menuju ke titik terendah 5 bulan. Sebuah indeks komposit berdasarkan survei terhadap manajer pembelian di kedua sektor industri turun menjadi 47,4 dari 49,1 pada Maret, ungkap Markit Economics yang berbasis di London  dalam sebuah estimasi awal. Para ekonom telah memperkirakan peningkatan menjadi 49,3, menurut survei Bloomberg News. Angka ini menunjukkan kontraksi di bawah 50. (Bloomberg/arh)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ Ahh, Repotnya ngurus SUBSIDI BBM

+ MAYORA BONDS oversubscribed 5 times!

+ RAMADAN POHAN ditunjuk jadi MANAJER PSSI

+ Indeks WALLSTREET Jatuh lagi

+ MARKET MOVING: United Tractors eyes to work mine mouth power project in Riau

+ Suzuki ERTIGA bikin AVANZA dan GRAND LIVINA GALAU!

 

 

Sumber : Newswire

Tag :
Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top