WALL STREET: Indeks jatuh dihantui sinyal negatif Eropa

NEW YORK: Bursa saham AS riuh dengan aksi jual global setelah ketidakpastian politik di Perancis dan Belanda mengintensifkan kekhawatiran tentang krisis utang negara Eropa.Bank of America Corp jatuh 2,2%, menyusul penurunan pemberi pinjaman Eropa, Perdana
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 April 2012  |  04:11 WIB

NEW YORK: Bursa saham AS riuh dengan aksi jual global setelah ketidakpastian politik di Perancis dan Belanda mengintensifkan kekhawatiran tentang krisis utang negara Eropa.Bank of America Corp jatuh 2,2%, menyusul penurunan pemberi pinjaman Eropa, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte ditawari untuk berhenti setelah anggota parlemen mengeluarkan sinyal penghematan dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy kalah dalam putaran pertama pemilihan kembali.

 

Monsanto (MON) Co dan US Steel Corp (X) meluncur turun setidaknya 1,8% sebagai jawaban penyusutan manufaktur Eropa dan Cina. Wal-Mart Stores Inc (WMT) terjerembab 4,7%  di tengah penyelidikan kasus suap di Meksiko.Indeks Standard & Poor 500 turun 0,8% menjadi 1.366,94 pada pukul 16.00 waktu New York. Indeks Dow Jones Industrial Average meluncur 102,09 poin atau 0,8% ke 12.927,17. Indeks Russell 2000 melemah 1,5% menjadi 791,85. Sekitar 6,6 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, atau 2,5% di bawah rata-rata 3 bulan."Pasar menyadari bahwa situasi nasional politik di Eropa berantakan bisa memperburuk kondisi ekonomi dan keuangan yang memang sudah kompleks," kata Mohamed El-Erian, Kepala Eksekutif Pacific Investment Management Co, dalam sebuah e-mail hari ini. Perusahaannya adalah pengelola dana obligasi terbesar di dunia.Ekuitas dari Hong Kong (HSI) di Paris dan Sao Paulo ikut terseret ke tren negatif setelah perdana menteri Belanda kehabisan ruang untuk manuver usai membicarakan anggaran, memicu keraguan tentang kemampuan negaranya untuk mempertahankan rating kredit AAA.

 

Presiden Perancis Sarkozy dan Francois Hollande, sang penantang, akan berada dalam putaran kedua pemilihan, berlomba-lomba untuk memimpin sebuah negara yang tengah dihantui langkah-langkah untuk mengakhiri krisis utang. (Bloomberg/arh)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ YAMAHA Rilis Motor Baru MATIC MASKULIN

+ Ahh, Repotnya ngurus SUBSIDI BBM

+ BCA Closes Units in MALAYSIA

+ BANK MANDIRI to Pay IDR2,5 Trillion DIVIDENTS!

+ RAMADAN POHAN ditunjuk jadi MANAJER PSSI

+ REKOMENDASI SAHAM Hari Ini

+ SINGAPURA ngeles lagisoal RESIPROKAL

+ Suzuki ERTIGA bikin AVANZA dan GRAND LIVINA GALAU!

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top