SURAT UTANG: Bank Indonesia siap beli obligasi rekap Mandiri

JAKARTA: Bank Indonesia bakal menjadi salah satu calon pembeli obligasi rekap milik PT Bank Mandiri Tbk. Bank sentral akan memakai surat utang itu sebagai instrumen moneter dalam operasi pasar.Bank Mandiri sendiri ingin segera melapas obligasi reka karena
M. Munir Haikal | 23 April 2012 19:19 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia bakal menjadi salah satu calon pembeli obligasi rekap milik PT Bank Mandiri Tbk. Bank sentral akan memakai surat utang itu sebagai instrumen moneter dalam operasi pasar.Bank Mandiri sendiri ingin segera melapas obligasi reka karena justru membebani perseroan dengan imbal hasil yang terus merosot. Bank pelat merah itu memiliki berbagai skema untuk melepas surat utang tersebut.Dirut Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan saat ini obligasi rekap yang dipegang perseroan mencapai Rp78 triliun. Namun, imbal hasil surat utang itu terus menurun, karena mengikuti bunga sertifikat perbendaharaan negara (SPN).“Bunga deposito biasanya 6%, sedangkan rekap bond SPN 3 bulan yield di kisaran 3%, maka terjadi negatif spread rekap bond, sehingga kami ingin menurunkan level dari rekap bond Bank Mandiri saat ini,” ujarnya di Jakarta, siang ini.Dia menjelaskan ada tiga upaya untuk menurunkan nilai obligasi rekap. Pertama, mencoba menjual kepada pasar. Kedua, menjual surat utang itu kepada BI yang akan dimanfaatkan se bagai instrumen moneter.Ketiga, upaya agar sebagian dari obligasi rekap dibeli kembali pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan.“Dengan upaya itu nilai rekap bond bisa menurun dan hasil penjulan ini akan menghasilkan dana tunai yang bisa kami gunakan untuk penyaluran kredit atau fungsi intermediasi, sehingga menghasilkan besar yield lebih baik,” tutur Zulkifli.Zulkifli menambahkan obligasi rekap yang akan dijual terutama untuk jenis available for sale sekitar  Rp54 triliun. Adapun sisanya yang hold to maturity  akan dipegang hingga jatuh tempo.Direktur Keuangan Pahala N. Masury mengatakan berapa besar obligasi rekap yang akan dijual belum bisa dipastikan. Pasalnya masih tergantung dari dua otoritas, Kemenkeu dan BI, dalam membeli surat utang itu.“Jumlah yang akan direalisasikan tahun ini dan mendatang memang masih perlu dibicarakan dengan pihak BI dan Kemenkeu. Kami belum bisa sampaikan karena jumlah itu tergantung pada kedua pihak itu,” jelasnya.Namun, sambungnya, perseroan juga menjajaki opsi menjual kepada pelaku pasar dengan cara mencampur jenis aset lain kepada investor.Sebelumnya Bank Mandiri diketahui akan mencari pinjaman senilai US$200 juta hingga US$400 juta untuk mendukung program  pengurangan obligasi rekap jenis variable rate yang dimiliki oleh perseroan.Bank Mandiri sedang menjajaki  tender lead arranger (pemimpin pengatur pinjaman) untuk rencana aksi korporasi tersebut. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top