HARGA MINYAK: Data buruk ekonomi AS tekan minyak ke US$102,57

JAKARTA: Minyak diperdagangkan mendekati penutupan terendah dalam 7 hari di New York, setelah data ekonomi lebih lemah dari harapan yang meredam pertumbuhan AS.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 April 2012  |  07:07 WIB

JAKARTA: Minyak diperdagangkan mendekati penutupan terendah dalam 7 hari di New York, setelah data ekonomi lebih lemah dari harapan yang meredam pertumbuhan AS.

 

Harga minyak mentah untuk penyerahan Mei berada pada US$102,57 per barel, naik 30 sen, dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pukul 8.50 waktu Sydney.

 

Kemarin, harga kontrak ini turun 0,4% menjadi US$102,27 per barel, penutupan terendah sejak 10 April.

 

Kontrak pengiriman Juni yang lebih aktif diperdagangkan naik 27 sen menjadi US$102,99 per barel hari ini, 20 April 2012.

 

Adapun, harga minyak brent untuk penyerahan Juni meningkat 3 sen menjadi US$118 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London.

 

Harga minyak turun setelah Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan angka pengangguran turun 2.000 menjadi 386.000 pekan lalu.

 

Angka tersebut di luar ekspektasi 47 ekonom dalam survei Bloomberg yang memproyeksikan klaim pengangguran sebesar 370.000.

 

Di sisi lain, National Association of Realtors melaporkan melaporkan pembelian rumah secara tahunan turun -2,6% menjadi 4,48 juta dari 4,6 juta pada Februari.

 

“Investor menunggu sidang The Fed pekan depan untuk melihat apakah ada indikasi akan digulirkannya stimulus moneter," tulis riset Valbury Asia Futures dalam outlook-nya, Jumat 20 April 2012.

 

Survei Bloomberg menunjukkan harga minyak di bursa New York diprediksi turun pekan depan seiring perekonomi AS yang melambat sehingga mengurangi permintaan. (Bloomberg/Mtb/Bsi)

 

MORE ARTICLES:

Jakarta Composite Index Strengthens 0.17% to 4163.89 At Midday Break

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top