Prediksi IHSG: Regional masih akan dominan

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan diperkirakan melanjutkan penguatannya hari ini, didorong oleh hijaunya bursa regional pada perdagangan kemarin.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 April 2012  |  06:57 WIB

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan diperkirakan melanjutkan penguatannya hari ini, didorong oleh hijaunya bursa regional pada perdagangan kemarin.

 

Kepala Riset Universal Broker Satrio Utomo memrediksi, indeks akan bergerak landai dengan kecenderungan menguat terbatas.

 

“Besok (hari ini) pengaruh regional masih akan dominan terhadap pergerakan indeks. IHSG akan menguat terbatas karena pemodal kita masih santai-santai saja menanggapi sinyal bullish dari bursa regional,” jelasnya kepada Bisnis, Rabu 18 April 2012

 

Satrio menjelaskan, respon pemodal yang belum terlalu bersemangat terhadap sinyal bullish bursa regional bisa dilihat dari pergerakan indeks kemarin.

 

Menurutnya, indeks yang gagal menembus level resistance di 4170 pada perdagangan kemarin membuat indeks masih akan bergerak landai beberapa hari ke depan.

 

Dari global, laporan keuangan emiten-emiten yang melantai di bursa Paman Sam bisa menjadi titik awal terbentuknya sentimen positif.

 

Dia menyebut, kinerja kuartal I beberapa emiten seperti IBM dan Yahoo berada di atas ekspektasi analis.

 

“Ini kan earning season di AS, laporan keuangan beberapa emiten bisa membuat bursa AS ditutup di zona Hijau,” tuturnya.

 

Support—resistance pada perdagangan hari ini, diperkirakan Satrio, berada di kisaran 4150—4175. Jika indeks berhasil menembus level resistance tersebut, maka level resistance baru akan berada di posisi 4195.

 

Beberapa saham, dilanjutkannya, berpotensi melakukan rebound. Satrio merekomendasikan pemodal untuk mengoleksi beberapa saham a.l ITMG , UNTR, dan HRUM.

 

“ITMG masih bisa tembus hingga 42500 sampai 43500,” imbuhnya.

 

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat  0,21% di level 4.166,24. Frekuensi perdagangan mencapai 149,497, adapun volume perdagangan berjumlah 4,63 miliar unit saham dengan nilai transaksi Rp4,31 triliun.

 

Pelemahan beberapa saham berkapitalisasi raksasa seperti GGRM dan ASII membuat indeks hanya mampu menguat tipis.

 

Beberapa saham pertambangan seperti ITMG dan UNTR mulai bergerak naik dan mengisi posisi top gainer.

 

“Saya kira kalau batu bara sifatnya masih spekulatif. Meskipun ada beberapa yang top gainer, tapi secara umum masih belum bergerak,” beber Satrio.

 

Sektor tambang berada di jajaran sektor yang ditutup menghijau kemarin dengan penguatan sebesar 0,49%. Empat sektor gugur di zona merah, dikomando oleh sektor industri dasar yang melemah 0,53%.

 

Dari regional, mayoritas bursa negara Asia ditutup menguat. Di Jepang, Nikkei berjaya dengan penguatan hingga 2,14%, sedangkan Hangseng di Hong Kong dan Sensex di Bombay masing-masing menguat 1,06% dan 0,25%. (Bsi)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ HARGA EMAS kena pengaruh apa lagi?

+ REKOMENDASI SAHAM apa yang mau dibeli?

+ SIAPA di belakang sepak terjang DAHLAN ISKAN?

+ Berita BISNIS INDONESIA hari ini: Akuisisi Bank Danamon TERGANJAL?

+ BURSA ASIA: NIKKEI tergelincir

+ Mau beli saham JAGUAR dan LAND ROVER?

+ Spanyol menyeret EURO terus terpuruk

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Muhammad Kholikul Alim

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top