KOMODITAS JAGUNG: Lonjakan harga dipicu kenaikan impor

 
News Editor | 19 April 2012 18:37 WIB

 

SEOUL: Harga jagung melaju terbesar dalam lebih dari 2 minggu dipicu spekulasi bahwa permintaan untuk impor mungkin meningkat setelah harga berjangka merosot ke terendah dalam 4 bulan.
 
Harga jagung untuk pengiriman Juli naik 2,1% menjadi US$6,065 per bushel di Chicago Board of Trade, keuntungan perdagangan harian terbesar untuk kontrak teraktif sejak 2 April dan terakhir diperdagangkan pada US$6,05 pukul 15.59 waktu Singapura. Sehari sebelumnya harga turun ke US$5,9175 per bushel.
 
Permintaan produsen muncul dari Asosiasi Industri Pengolahan Jagung Korea  yang mengeluarkan tender guna membeli sebanyak 55.000 ton jagung untuk produksi pangan untuk pengiriman 25 Agustus.
 
"Jagung telah jatuh terlalu banyak baru-baru ini, dan harga US$6 [per bushel] akan terlihat cukup menarik bagi pembeli fisik serta beberapa investor," kata Park Jong Beom, pedagang senior Tong Yang Securities Inc  di Seoul, seperti dilaporkan Bloomberg
 
Tender impor di Korea tersebut, katanya, adalah bukti permintaan naik dan menjadi penjelasan atas kenaikan harga hari ini.
 
Sementara itu di Argentina, pengekspor jagung terbesar kedua di dunia, pemerintah akan mengizinkan penjualan 3 juta ton biji-bijian pada tahun yang berakhir 30 September, menambahakan 7,5 juta ton pada tahun lalu. (sut)

Sumber : Bloomberg / Taufikul Basari

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top