HARGA MINYAK SAWIT dunia akhirnya naik gara-gara hujan

JAKARTA: Harga minyak sawit menguat untuk pertama kalinya dalam 4 hari karena curah hujan di daerah penghasil terbesar di Malaysia mengganggu panen.Harga kontrak penyerahan Juli naik 0,4% menjadi 3.500 ringgit (US$1.140) per ton di Malaysia Derivatives
Wisnu Wijaya | 17 April 2012 15:16 WIB

JAKARTA: Harga minyak sawit menguat untuk pertama kalinya dalam 4 hari karena curah hujan di daerah penghasil terbesar di Malaysia mengganggu panen.Harga kontrak penyerahan Juli naik 0,4% menjadi 3.500 ringgit (US$1.140) per ton di Malaysia Derivatives Exchange, dan mengakhiri sesi pagi pada RM3.491 di Kuala Lumpur."Ada beberapa pembicaraan tentang cuaca basah di Sabah yang memperlambat panen, yang akan mendukung pasar," kata Ryan Long, Wakil Presiden Berjangka dan Opsi OSK Holdings Bhd."Kami tidak mengharapkan kenaikan besar dalam produksi bulan ini," kata Long di Kuala Lumpur seperti dikutip Bloomberg.Menurut Dewan Minyak Sawit Malaysia negara bagian timur Sabah adalah penghasil terbesar. Departemen Meteorologi Malaysia memperkirakan hujan yang mengisolasi dan badai terjadi di Sabah.Di sisi lain, Standard Chartered Plc menaikkan perkiraan harga rata-rata untuk kedelai menjadi US$14,80 per bushel dari US$13,13 dan minyak kedelai menjadi US$0,64 per pon dari US$0,56 pada 2012.Menurut analis Abah Ofon dan Serene Lim, penaikan itu karena tekanan yang cukup besar pada pasar minyak nabati.Siklus rendah dari produksi minyak sawit dapat berlangsung lebih lama hingga November 2012, kata mereka.Harga kedelai untuk penyerahan Juli naik 0,5% menjadi US$14,3075 per bushel di Chicago Board of Trade. Minyak kedelai untuk pengiriman Juli naik 0,6% menjadi US$0,5641 per pon.Sementara itu, harga minyak sawit mentah untuk penyerahan Juli turun 0,2% ke Rp10.360 per kilogram pukul 14.35 di Jakarta, setelah sempat naik ke Rp10.425 per kg. (Bloomberg/faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top