HARGA MINYAK: Data ritel AS membaik, minyak naik ke US$103,16

MELBOURNE: Minyak diperdagangkan mendekati penutupan tertinggi dalam 2 hari di New York setelah penjualan ritel di AS lebih baik daripada ekpektasi, memicu spekulasi peningkatan permintaan bahan bakar.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 April 2012  |  08:21 WIB

MELBOURNE: Minyak diperdagangkan mendekati penutupan tertinggi dalam 2 hari di New York setelah penjualan ritel di AS lebih baik daripada ekpektasi, memicu spekulasi peningkatan permintaan bahan bakar.

 

Harga minyak mentah untuk penyerahan Mei berada pada US$103,16 per barel, naik 23 sen, dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pukul 9.42 waktu Sydney.

 

Harga kontrak itu kemarin naik 10 sen menjadi US$102,93, penutupan tertinggi sejak 12 April. Harga 4,4% lebih tinggi tahun ini.

 

Adapun, minyak brent untuk pengiriman Juni jatuh US$2,53, atau 2,1% menjadi US$118,68 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London.

 

Kenaikan pada harga acuan minyak AS itu setelah data Departemen Perdagangan menunjukkan penjualan ritel naik 0,8% pada Maret, di atas proyeksi ekonom 0,3%.

 

Spread antara kontrak minyak Brent dan harga di New York juga menyempit ke level terendah dalam 7 minggu setelah Enbridge Inc dan Enterprise Products Partners LP mengatakan mereka akan membalikkan aliran pipa Seaway lebih cepat dari yang direncanakan.

 

Premium acuan kontrak Eropa terhadap West Texas Intermediate ditutup pada US$15,31, terendah sejak 28 Februari. (Bloomberg/Mtb/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top