CHINA & INDIA melambat, siap-siap harga komoditas terguncang!

JAKARTA: Efek dari perlambatan ekonomi China dan India pada harga komoditas diprediksi akan terlihat dalam 2 atau 3 tahun mendatang, pemerintah diminta menyiapkan diri.Seperti diketahui, ekonomi China menunjukkan arah perlambatan. Data Biro Statistik
Wisnu Wijaya
Wisnu Wijaya - Bisnis.com 16 April 2012  |  14:40 WIB

JAKARTA: Efek dari perlambatan ekonomi China dan India pada harga komoditas diprediksi akan terlihat dalam 2 atau 3 tahun mendatang, pemerintah diminta menyiapkan diri.Seperti diketahui, ekonomi China menunjukkan arah perlambatan. Data Biro Statistik Nasional menunjukkan ekonomi terbesar kedua dunia itu tumbuh 8,1%.Angka itu merupakan kenaikan terkecil sejak pertengahan 2009 dan di bawah ekspektasi pasar 8,3%.Wijayanto, Direktur Utama Paramadina Public Policy Institute, mengatakan pemerintah perlu menyiapkan diri karena sebagian besar produsen komoditas, utamanya perkebunan, adalah petani kecil."Komoditas seperti CPO, kopi, teh, dan kakao, di mana Indonesia jadi pemain utama, sebagian besar dihasilkan dari petani kecil," ujarnya dalam seminar Commodity Price Swing: The Impact To the Global Economy, Senin 16 April 2012.Salah satu yang bisa dilakukan adalah menghilangkan perantara dalam perdagangan komoditas. Menurutnya, selama ini yang paling besar menikmati naik-turunnya harga adalah pedagang perantara.Hal senada disampaikan Anton Gunawan, Kepala Ekonom Bank Danamon. "Sekarang ini ada ketergantungan pada pedagang perantara. Harusnya pemberdayaan petani yang diperkuat, seperti pinjaman mikro sekaligus menurunkan suku bunganya," katanya.Dia mengharapkan penghidupan beberapa institusi penyuluhan pertanian yang pernah dibangun pada masa pemerintahan Orde Baru. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top