BAN KENA RECALL: Penjualan Multistrada dinilai tak kena imbas negatif

JAKARTA: The National Highway Traffic Safety (NTHSA), otoritas yang bertanggungjawab atas keselamatan jalan raya di negeri Paman Sam, meminta produsen ban asal Indonesia PT Multistrada Arah Sarana Tbk untuk me-recall sejumlah produknya.Berdasarkan salinan
Erly Rusiawati | 16 April 2012 15:05 WIB

JAKARTA: The National Highway Traffic Safety (NTHSA), otoritas yang bertanggungjawab atas keselamatan jalan raya di negeri Paman Sam, meminta produsen ban asal Indonesia PT Multistrada Arah Sarana Tbk untuk me-recall sejumlah produknya.Berdasarkan salinan surat NTHSA yang diterima wartawan, otoritas tersebut meminta Multistrada untuk menarik empat produk ban yang diproduksi dalam rentang waktu 30 Desember 2009 hingga 30 November 2010.“Bagian sisi ban tersebut berpotensi untuk menjadi terlalu panas dan bisa menyebabkan hilangnya udara serta menambah resiko terjadinya kecelakaan kendaraan,” tulis dokumen bertanggal 5 April tersebut.Beberapa ban produksi Mutistrada yang diminta untuk ditarik oleh NTHSA a.l Achilles Desert Hawk berukuran 235, 215, dan 225, serta Radar Radial RLT-9 yang berukuran 235. Menurut Direktur Utama Multistrada Arah Sarana Pieter Tanuri, ban-ban tersebut digunakan untuk jenis light truck atau van.Pieter menjelaskan, tidak lolosnya ban yang diproduksi perseroan lebih karena perbedaan parameter lulus uji. Menurutnya, parameter yang digunakan oleh NTHSA berbeda dengan Indonesia dan negara-negara lain yang menjadi pasar perseroan.“Jenis-jenis itu (ban yang di-recall) tidak ada di Indonesia. Lagipula, parameter yang digunakan AS beda dengan negara lain. Kerusakan pada ban yang disebut (NTHSA) pun hanya terjadi dalam kondisi ekstrim,” jelasnya, hari ini 16 Maret 2011.Pieter menambahkan, perseroan memberi waktu kepada konsumen Amerika Serikat untuk menukar ban hingga Juli 2012. Berdasarkan dokumen keterbukaan yang dirilis emiten berkode saham MASA tersebut hari ini, jumlah ban yang akan di-recall mencapai 36.592 ban.Berdasarkan laporan keuangan akhir tahun 2011, kontribusi penjualan di AS mencapai Rp537,96 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 18,8% dari penjualan konsolidasi 2011 senilai Rp2,86 triliun.Dampak terbatasMenurut Pieter, nilai ban yang akan di-recall tak sampai seperempat dari seluruh ban yang dipasarkan MASA di Amerika Serikat. Oleh sebab itu, dia melanjutkan, penarikan ini tidak akan berpengaruh besar bagi kinerja perseroan.“Jumlahnya ngak besar lah. Penarikannya kan terbatas, lagipula sampai saat ini belum ada laporan kecelakaan dari konsumen yang menggunakan ban tersebut,” imbuhnya.Analis Pemeringkat Efek Indonesia Wetty Wahyuni membenarkan pernyaataan Pieter. Menurutnya, penarikan ban secara sukarela yang dilakukan perseroan tidak akan berpengaruh banyak bagi kinerja perseroan.“MASA menarik secara sukarela dan terbatas sejumlah bannya karena ada masalah. Saya kira, hal ini tidak berdampak signifikan terhadap penjualan perseroan karena jumlah ban yang ditarik dari pasar cuma 0,5% dari total penjualan 2011,” jelasnya kepada Bisnis, hari ini 16 Maret 2012.Wetty menilai, penarikan ban yang dilakukan oleh perseroan justru bisa berdampak baik bagi MASA. Iktikad perseroan merecall produknya, dijelaskan Wetty, menunjukkan bahwa perseroan bertanggung jawab atas produk-produknya. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top