Inilah 10 cara penipu untuk menguras dana Anda

M. Taufikul Basari | 14 April 2012 16:35 WIB

JAKARTA: Pernah ditawari investasi dengan imbal hasil berlipat dalam waktu singkat, yang ternyata bisnis bodong?

Atau janji uang Anda ditransaksikan pada produk derivatif seperti emas Loco London atau valas (foreign exchange)?

Waspadalah. Berikut 10 metode yang biasa digunakan untuk menjual produk ilegal menurut Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum Di Bidang Pengelolaan Investasi .

 1. Penjualan atau penawaran produk investasi dilakukan melalui tenaga marketing secara langsung atau melalui sistem yang menyerupai multi level marketing (MLM). Di sisi lain MLM merupakan salah satu sistem dalam memasarkan barang dan/atau jasa

 2. Calon nasabah mengisi formulir, dan membuka rekening bank untuk menerima profit sharing/ komisi/bonus.

 3. Setoran dana dilakukan secara tunai atau transfer. Atas setoran tersebut diterbitkan sertifikat atau surat sanggup (promissory notes) yang mencantumkan jadwal pembayaran profit sharing.

 4. Dapat pula berupa jual beli surat (delivery order/ D/O) perusahaan manufaktur ataupun surat berharga lainnya, dimana terdapat klausul bahwa kepada pemegang (holders) akan dibayarkan imbalan berupa bunga sebesar persentase tertentu di atas bunga deposito.

 5. Pada beberapa kasus, penawaran produk investasi dilakukan dengan menggunakan kegiatan keagamaan untuk menarik nasabah.

 6. Penawaran produk investasi pada umumnya menggunakan media internet/online.

 7. Perusahaan pengerah dana masyarakat secara ilegal bertindak seolah-olah sebagai agen dari perusahaan investasi yang berada di dalam maupun di luar negeri atau bekerja sama dengan pengelola dana investasi yang berkedudukan di dalam maupun di luar negeri yang telah mempunyai izin usaha yang sah dari otoritas;

 8. Dana masyarakat umumnya dijanjikan akan dikelola dan diinvestasikan melalui beberapa pialang berjangka dan atau perusahaan efek yang sering disebut sebagai aliansi strategisnya.

 9. Penawaran produk investasi sering diadakan dalam acara seminar atau investor gathering, yang pada umumnya sering diikuti oleh para public figure seperti pejabat, artis, tokoh politik dan lainnya dan dilakukan di tempat yang mewah atau hotel berbintang 4 atau 5, guna menunjukkan bonafiditas usahanya.

 10. Menawarkan lowongan pekerjaan kepada lulusan baru dari perguruan tinggi untuk bekerja di perusahaan komoditi berjangka, setelah sebelumnya meminta sejumlah dana sebagai syarat bekerja di perusahaan tersebut. (Bsi)

 >> BACA ARTIKEL LAINNYA

+ Berita BISNIS INDONESIA hari ini

+ Mau tahu HARGA EMAS?

+ WISHNUTAMA mundur dari TRANS TV

 

Tag : investasi
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top