BURSA ASIA: Indeks MSCI Asia Pacific menanjak 0,8% menjadi 124,92

JAKARTA: Saham Asia naik untuk hari kedua setelah Korsel dan Jepang menyatakan peluncuran roket oleh Korea Utara hari ini kemungkinan gagal.Kenaikan saham regional itu juga didukung isyarat Federal Reserve AS bahwa suku bunga akan tetap rendah.Indeks
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 April 2012  |  09:03 WIB

JAKARTA: Saham Asia naik untuk hari kedua setelah Korsel dan Jepang menyatakan peluncuran roket oleh Korea Utara hari ini kemungkinan gagal.Kenaikan saham regional itu juga didukung isyarat Federal Reserve AS bahwa suku bunga akan tetap rendah.Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,8% menjadi 124,92 pukul 09.40 di Tokyo dengan hampir lima saham naik untuk setiap yang jatuh."Korea Utara adalah hama dan kami sudah terbiasa. Pasar melihat hal ini sebagai sikap bukan sebagai ancaman nyata," kata Fund Manager Platypus Asset Management Ltd Prasad Patkar di Sydney.Indeks MSCI Asia telah melemah 3% sejak awal Maret, karena China menurunkan target pertumbuhan ekonomi.Selain itu, spekulasi pada saham menyebabkan indeks naik terlalu cepat sebesar 13% dalam 2 bulan pertama 2012.Indeks Hang Seng naik 1,7% menjadi 20.672,94 pukul 9.36 di Hong Kong. Indeks Hang Seng China Enterprises Index perusahaan daratan naik 2,4% menjadi 10.923,06.Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 1,4% menjadi 9.656,14 menuju penurunan 0,4% minggu ini. Indeks Topix naik 0,9% menjadi 816,77 dengan lebih dari tiga saham naik untuk setiap yang jatuh.Kenaikan Nikkei sudah dimulai kemarin, setelah menghentikan penurunan selama 7 hari perdagangan beruntun.Menurut Valbury Futures, hal itu didorong pembelian besar oleh lembaga pengelola dana (hedge funds), yang mendorong indeks bertahan di atas areal 9.500.“Kenaikan itu menandai akhir periode koreksi untuk Nikkei, yang telah terkoreksi 5,5% sejak awal April menyusul kenaikan signifikannya kuartal pertama 2012 yang mencapai lebih dari 19%,” tulis tim riset Valbury.Saham Toyota Motor Corp, produsen mobil terbesar Asia, naik 0,9%. BHP Billiton Ltd, produsen minyak terbesar Australia dan penambang terbesar dunia, naik 2,1% setelah harga minyak mentah maju.Fanuc Corp, yang memasok peralatan otomatisasi untuk pabrik di daratan, naik 4% menjelang laporan pertumbuhan ekonomi China hari ini. (Bloomberg/Taufikul Basari/spr)

 

 

>>BACA JUGA  ARTIKEL LAINNYA:

* Berita BISNIS INDONESIA hari ini

* Bursa Wallstreet terbakar sinyal THE FED

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Kahfi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top