PREDIKSI IHSG: Indeks memasuki bullish jangka pendek

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan kembali menguat hari ini dan membentuk tren bullish untuk jangka pendek.Analis Trimegah Securities Muhamad Makky Dandytra menilai indeks bepotensi bullish setelah didera tekanan jual beberapa hari
News Editor | 13 April 2012 08:43 WIB

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan kembali menguat hari ini dan membentuk tren bullish untuk jangka pendek.Analis Trimegah Securities Muhamad Makky Dandytra menilai indeks bepotensi bullish setelah didera tekanan jual beberapa hari belakangan."Sepekan ini indeks sudah turun hampir 2%. Saya lihat ada potensi bullish beberapa hari ke depan," tuturnya kepada Bisnis, kemarin.Dandy menambahkan koreksi hampir 2% membuat indeks berada dalam zona jenuh jual (over sold). Selain itu, dia menyebut keputusan BankIndonesia mempertahankan BI rate di level 5,75% merupakan sentimen positif yang datang dari dalam negeri.Dari luar negeri, Dandy menyebut pernyataan Federal Reserve bahwa ekonomi Amerika tumbuh dalam kecepatan sedang menjadi sentimen positif. Hal tersebut, menurutnya, membuat mayoritas indeks regional ditutup di zona hijau kemarin.Seperti diketahui, kemarin lusa The Fed merilis survei bisnis Beige Book yang menunjukkan perekonomian AS tumbuh di 12 wilayah. Data penambahan tenaga kerja, penjualan ritel, dan  manufaktur Paman Sam juga menunjukkan tanda-tanda penguatan.Untuk perdagangan hari ini, Dandy memproyeksikan support-resistance berada di kisaran 4.100-4.160. Dia merekomendasikan pemodal untuk mengoleksi beberapa saham a.l. SIMP, CTRP, dan INTP.IHSG ditutup menguat tipis 0,23% ke level 4.139,54 pada perdagangan kemarin. Penguatan IHSG seiring dengan indeks Bisnis-27 yang menguat 0,36% ke level 350,92, setelah bergerak di kisaran 348,44-351,79.Penguatan 161 saham saham mengerek indeks ditutup di zona hijau sementara itu 98 saham terkoreksi, 128 saham stagnan, sisanya 102 saham tidak diperdagangkan.Volume transaksi pada perdagangan kemarin mencapai 4,55 miliar unit saham. Nilai transaksi menyentuh Rp4,29 triliun.Enam dari sembilan sektor menguat, dipimpin oleh sektor properti dan industri dasar yang menguat masing-masing 2,11% dan 1,49%. Sementara itu, sektor pertambangan masih dilanda tekanan jual dan merosot 1,58%. "Mining masih kena sentimen pajak batu bara," ujarnya.Dari bursa regional, mayoritas saham ditutup di zona hijau. Hangseng tercatat menguat 0,9%, sedangkan Strait Times di Singapura melonjak 1,2%.Pelemahan selama 3 hari-hari berturut-turut tersebut akhirnya berakhir menjelang pengumuman BI Rate pada April.Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia 12 April 2012 memutuskan masih akan menahan BI Rate pada level 5,75%. Hal tersebut sejalan dengan masih stabilnya ekonomi Indonesia seiring dengan terkendalinya angka inflasi.  Angka inflasi Maret secara tahunan tercatat berada pada level 3,97%.Perburuan saham-saham properti masih berlanjut pada perdagangan 12 April diikuti oleh naiknya saham-saham industri dasar khususnya semen.Namun, penguatan indeks terganjal melemahnya saham-saham berbasis komoditas seiring dengan melemahnya harga internasional.Saham pendatang baru PT Bekasi Indutrial Estate Tbk (BEST) tercatat masih terus melanjutkan rally dengan kembali melonjak tajam sebesar 22,53% ke Rp 435. (spr) 

 

>>BACA JUGA  ARTIKEL LAINNYA:

* Berita BISNIS INDONESIA hari ini

* Bursa Wallstreet terbakar sinyal THE FED

 

Sumber : M. Kholikul Alim & Nanda Sitepu

Tag :
Editor : Kahfi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top