WALL STREET: Sinyal Fed gairahkan indeks

NEW YORK: Bursa saham AS malju positif, menempatkan indeks Standard & Poor 500 di posisi beruntung dalam 2 hari setelah pembuat kebijakan mengindikasikan suku bunga akan dijaga tetap rendah.Komoditas, saham keuangan dan teknologi dalam dalam S&P
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 April 2012  |  04:32 WIB

NEW YORK: Bursa saham AS malju positif, menempatkan indeks Standard & Poor 500 di posisi beruntung dalam 2 hari setelah pembuat kebijakan mengindikasikan suku bunga akan dijaga tetap rendah.Komoditas, saham keuangan dan teknologi dalam dalam S&P 500 (SPXL1) meraup keuntungan terbesar di antara 10 industri lainnya. Hewlett-Packard Co (HPQ), pembuat komputer pribadi terbesar di dunia, melonjak 6,7% setelah peneliti Gartner Inc mengatakan industri pribadi-komputer global secara tak terduga tumbuh pada kuartal pertama sebagai perusahaan tetap menjadi pemimpin pasar.Google Inc (GOOG), pemilik web mesin pencari yang paling populer, menambahkan 1,3%.S&P 500 naik 1,2% menjadi 1,385.65 pada pukul perdagangan tengah hari, naik 2% dalam 2 hari. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 170,06 poin atau 1,3% ke 12,975.45. The Russell 2000 Index untuk perusahaan kecil naik 1,6% menjadi 808,98. Volume perdagangan untuk S&P 500 mencapai 11% di bawah rata-rata 30 hari."Kami akan terus melihat bahasa yang sama: The Fed siap untuk menyediakan akomodasi lainnya jika diperlukan," kata Russ Koesterich, kepala strategi investasi global  unit iShares dari BlackRock Inc yang berbasis di  di San Francisco, perusahaan yang mengawasi US$3,51 triliun sebagai terbesar di dunia manajer aset. "Namun saya tidak akan mengharapkan tanda definitif pada April bahwa ada putaran lain berupa pelonggaran kuantitatif. Hanya saja gagasan Fed di saku belakang mereka. "Ekuitas naik setelah Wakil Ketua Federal Reserve Janet Yellen dan Presiden Fed New York William C. Dudley mendukung pandangan bank sentral bahwa biaya pinjaman kemungkinan akan tetap rendah sampai dengan 2014. Para bankir sentral AS berikutnya bertemu pada April 24-25 untuk memperdebatkan kebijakan setelah sebuah laporan pekan lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja melambat menjadi laju terlemah dalam 5 bulan. (Bloomberg/arh)

 

>>BACA JUGA  ARTIKEL LAINNYA:

* GADGET pintar LG hanya Rp1,2 juta

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top