BBJ dorong pertumbuhan volume transaksi 100%

KUALA LUMPUR: Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) berupaya mendorong pertumbuhan volume total transaksi tahun ini dua kali lipat dibandingkan total tahun  lalu sebesar 7,5 juta lot. Direktur Bursa Berjangka Jakarta Made Soekarwo menyatakan transkasi
Master Sihotang
Master Sihotang - Bisnis.com 13 April 2012  |  18:32 WIB

KUALA LUMPUR: Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) berupaya mendorong pertumbuhan volume total transaksi tahun ini dua kali lipat dibandingkan total tahun  lalu sebesar 7,5 juta lot. Direktur Bursa Berjangka Jakarta Made Soekarwo menyatakan transkasi total 2011 tercapai 7,5 juta lot atau 39%. Sementara itu, katanya, untuk transaksi multilateral mencapai 15.000 lot, naik 395%. “Peningkatan ini sangat menggembirakan tapi jauh dari yang diharapkan,” ujarnya disela-sela Pertemuan anggota BBJ dan KBI di Malaysia.

Dia mengharapkan target peningkatan volume total transaksi dua kali lipat ini dapat dicapai pada 2012. Pada kesempatan itu, Direktur Kliring Berjangka Indonesia Tris Sudarto menyatakan meskipun terjadi kenaikan transaksi multilateral dari waktu ke waktu, namun demikian masih 1% capaian transaksi. “99% total transaksi didapatkan dari transkasi bilateral. Hal tersebut harus terus ditingkatkan,” katanya. Made menambahkan salah satu upaya untuk menggenjot peningkatan transaksi multilateral adalah menambah komoditas yang menarik untuk diperdagangkan seperti kakao. “Juga mulai diperkenalkan komoditas karet untuk menarik minat,” katanya.Selain itu, tambahnya, BBJ akan merangkul pialang-pialang baru untuk masuk dalam bursa berjangka. Dia menyatakan dari total 68 perusahaan pialang berjangka, hanya 58 yang aktif.

 

“Harus mulai direkrut pialang baru. Dengan demikian maka promosi komoditas yang diperdagangkan akan semakin banyak,” tuturnya.   Dia menyatakan akan mendorong sekuritas-sekuritas untuk membuka anak usaha untuk memenuhi kebutuhan pialang ini.

 

Sementara itu, Bisnis mencatat Data komposisi produk yang dikliringkan pada PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) menunjukkan komoditas primer, yang ditransaksikan secara multilateral, baru mencakup 2,3% selama Januari 2012. Data yang tercantum di website KBI itu tidak menyebut volume transaksi.(api)  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top