PREDIKSI IHSG: KOREKSI INDEKS masih terus berlanjut

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi masih melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini.Kepala Riset Universal Broker Satrio Utomo menilai pekan ini sentimen regional masih berpengaruh besar terhadap pergerakan indeks. "Ada juga
News Editor | 12 April 2012 08:55 WIB

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi masih melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini.Kepala Riset Universal Broker Satrio Utomo menilai pekan ini sentimen regional masih berpengaruh besar terhadap pergerakan indeks. "Ada juga sentimen negatif dalam negeri yang datang dari pajak batu bara," jelasnya kepada Bisnis kemarin.Satrio menambahkan kondisi regional agak menghawatirkan seiring dengan sinyal bearish yang terbentuk di beberapa bursa negara Asia. Di dalam negeri, asing juga nampaknya menarik dananya secara perlahan.Pemodal juga masih mengkalkulasi ulang emiten-emiten tambang. Hal tersebut membuat sektor mining berpeluang kembali melemah pada perdagangan hari ini.Indeks hari ini juga akan dipengaruhi oleh penutupan di bursa Paman Sam. Jika Dow Jones ditutup di atas level 12.850, indeks bisa menguat hari ini. Meski begitu, dia memrediksi indeks hari ini masih akan bergerak flat dengan kecenderungan koreksi."Kalau indeks besok [hari ini] bisa ditutup di atas level 4.150, maka kemungkinan akan terus menguat," tandasnya.Kisaran support diperkirakan Satrio berada di posisi 4.065-4.120, sedangkan resistance 4.150-4.175. Dia merekomendasikan buy on weakness untuk beberapa saham a.l ASII, GGRM, UNTR, BBRI, dan BMRI.Untuk jangka menengah, Satrio memprediksi indeks masih dalam tren penguatan. Indeks kembali dilanda aksi jual kemarin, ditutup terkoreksi 0,48% ke level 4.130,01. Adapun indeks Bisnis-27 tercatat melemah 0,80% ke level 349,66..Tekanan jual mendera sektor pertambangan yang terkoreksi hingga 2,37%. Dari sembilan sektor yang tercatat di bursa efek Indonesia, hanya dua yang ditutup di zona hijau yakni manufaktur dan konsumer yang menguat 0,03% dan 0,9%.Investor asing berbalik melakukan aksi net sell sebesar Rp436 miliar kemarin setelah membukukan beli bersih di hari sebelumnya. Beberapa saham yang banyak dilepas pemodal asing a.l ASII, BUMI, BBRI, PGAS, dan ADRO.Kondisi serupa menaungi bursa regional yang mayoritas ditutup memerah. Nikkei melemah 0,8%, sedangkan Hangseng dan Strait Times masing-masing terkoreksi 1,1% dan 1,2%.Koreksi massal bursa global memberikan tekanan besar bagi pergerakan indeks kemarin (11/04). Delapan dari sepuluh indeks sektoral di BEI jatuh ke zona negatif.Indeks pertambangan tercatat anjlok paling tajam sebesar 2,36%. Indeks konsumer dan indeks manufaktur mencetak kenaikan masing-masing sebesar 0,89% dan 0,02%.Situasi ekonomi Eropa yang memanas menjadi salah satu pemicu koreksi bursa kali ini. Peningkatan yield obligasi Spanyol ke level yang mencemaskan, di tengah tingginya kebutuhan negara tersebut dinilai akan dana segar membuat pasar cemas. Keuangan Spanyol diperkirakan semakin tertekan seiring dengan meningkatnya yield obligasi 10 tahun Spanyol ke level 6,02%.Di tengah ketidakpastian ekonomi Eropa, ADB memproyeksikan ekonomi Indonesia masih akan tumbuh sebesar 6,4% sedikit dibawah proyeksi pemerintah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan didorong oleh konsumsi masyarakat dan investasi.Indeks harga saham gabungan kemarin tercatat mengalami koreksi sebesar 0,47% ke level 4130.01. (spr) 

>> BERITA LAINNYA:

* Bursa EROPA membaik

* Demokrasi menjadi DEMO-CRAZY?

* Berita BISNIS INDONESIA hari ini

 

 

Sumber : M. Kholikul Alim & Nanda Sitepu

Tag :
Editor : Kahfi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top