PREDIKSI IHSG: Indeks minim sentimen positif

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan kembali melemah pada perdagangan hari ini, seiring dengan minimnya sentimen positif dari global dan regional.Analis Mega Capital Fadilah Qudsi menilai saat ini indeks sedang berada dalam proses
News Editor | 11 April 2012 07:37 WIB

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan kembali melemah pada perdagangan hari ini, seiring dengan minimnya sentimen positif dari global dan regional.Analis Mega Capital Fadilah Qudsi menilai saat ini indeks sedang berada dalam proses konsolidasi sehingga koreksi diperlukan untuk penguatan kembali."Respons negatif memang direspons dengan koreksi oleh pasar hari ini [kemarin]. Selain itu, minggu kemarin indeks rally cukup tinggi sehingga perlu koreksi sehat," jelasnya, kemarin.Minimnya sentimen positif nampak dari pergerakan bursa Paman Sam. Selepas libur Paskah, Dow Jones langsung terpukul 1,00% ke level 12.929,59 merespon data pengangguran AS.Kondisi di bursa regional tak jauh berbeda. Nikkei tercatat melemah 0,09% ke posisi 9.538,02, sedangkan Hang Seng melemah 1,15% ke level 20.356,2.Fadilah memprediksi pekan ini pemodal akan mengakumulasikan keuntungan sehingga membuat indeks terpeleset di zona merah.Menurutnya, prospek Indonesia masih cukup bagus di mata pemodal, sehingga tidak ada masalah fundamental yang bisa menjadi alasan pemodal menarik dananya dari pasar modal."Hari ini [kemarin] asing mulai mencatatkan net buy lagi meskipun nilainya tidak terlalu besar, sekitar Rp110 miliar. Itu mengindikasikan kalau prospek Indonesia masih cerah di mata mereka [pemodal asing]," imbuhnya.Fadilah menyarankan momen pelemahan indeks bisa digunakan pemodal untuk melancarkan aksi buy on weakness. Meski begitu, dia meramalkan transaksi baru akan mulai ramai lagi setelah indeks menembus level 4170.Untuk perdagangan hari ini, kisaran support-resistance diperkirakannya ada di posisi 4.130-4.170. Indeks masih akan bergerak flat dengan kecenderungan melemah.Beberapa saham yang direkomendasikan Fadilah a.l buy on breakout untuk PTRO. Dia juga melihat ada potensi penguatan dari LSIP."Saya juga melihat SMGR bisa menguat karena pada perdagangan hari ini SMGR membentuk pola hammer. Pola ini mengindikasikan akan adanya reversal," tandasnya.IHSG tercatat bergerak tipis di area positif  pada awal perdagangan kemarin.  Para pelaku pasar lebih banyak memilih untuk wait and see sambil menunggu rilis data perdagangan China setelah sempat dirundung sentimen negatif data non-farm payroll AS pada Maret yang turun menjadi 120.000.Indeks tercatat bergerak lebih aktif pada sesi kedua menyusul rilis data perdagangan China.  China diluar dugaan mencetak surplus perdagangan sebesar US$5,35 miliar seiring meningkatnya angka ekspor 8.9% lebih besar dari tahun sebelumnya.China sebelumnya mencetak defisit perdagangan sebesar US$ 31.5 miliar pada bulan Februari, defisit terbesar sejak tahun 1989.Tren penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia selama beberapa waktu terakhir tampaknya sukses mendongkrak penjualan properti tahun lalu. Saham-saham properti dan infrastruktur menjadi incaran para pelaku pasar pada perdagangan kamarin.Perdagangan perdana PT Bekasi Fajar Industrial Estate tbk (BEST) yang melesat 67.65% ke Rp 285 dari Rp 170 juga turut mendongkrak indeks properti. Indeks properti tercatat naik 0,47 %, sedangkan indeks infrastruktur menanjak  1,02%.Namun, sayangnya Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan kemarin gagal bertahan di area positif karena diserang aksi jual jelang akhir perdagangan. IHSG tercatat  melemah  tipis -0.10% ke level 4149,8. Indeks Bisnis-27 tercatat turun 0,24% ke level 352,48. (spr) 

Sumber : M. Kholikul Alim/ Nanda Sitepu

Tag :
Editor : Kahfi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top