MINYAK SAWIT: Harga menguat dipicu spekulasi persediaan di Malaysia

KUALA LUMPUR: Harga minyak sawit menguat karena spekulasi bahwa persediaan di Malaysia, produsen terbesar kedua setelah Indonesia, diprediksi turun bulan lalu, mengurangi persediaan minyak goreng global.Karga kontrak penyerahan Juni naik 0,4% menjadi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 April 2012  |  13:53 WIB

KUALA LUMPUR: Harga minyak sawit menguat karena spekulasi bahwa persediaan di Malaysia, produsen terbesar kedua setelah Indonesia, diprediksi turun bulan lalu, mengurangi persediaan minyak goreng global.Karga kontrak penyerahan Juni naik 0,4% menjadi 3.590 ringgit (US$1.171) per ton di Malaysia Derivatives Exchange, dan berada pada RM3.580 pukul 11.29 di Kuala Lumpur.Harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) berjangka mencapai RM3.623 kemarin, level tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 8 Maret 2011.Jejak pendapat Bloomberg atas sejumlah analis dan perusahaan perkebunan mennjukkan stok mungkin turun 2,4% jadi 2,01 juta ton, dari 2,06 juta ton pada Februari.Dewan Minyak Sawit Malaysia dijadwalakan untuk merilis data produksi, cadangan dan ekspor pukul 12.30 waktu setempat."Pasar akan mencermati tingkat stok, karena harapannya adalah turun di bawah 2 juta ton," kata James Ratnam, analis TA Securities Holdings Bhd."[Data] ini sangat penting manakala persediaan akan turun karena untuk stok beberapa bulan terakhir telah di atas 2 juta ton," katanya.Surveyor Intertek hari ini mengatakan ekspor CPO Malaysia naik 7,8% menjadi 478.948 ton dalam 10 hari pertama bulan April dibandingkan dengan periode yang sama pada Maret.Menurut Ratnam, investor juga menunggu Departemen Pertanian AS melaporkan, pada pukul 8.30 di Washington, yang mungkin menunjukkan pasokan global lebih kecil dari kacang kedelai.Seperti diketahui, minyak kelapa sawit dan minyak kedelai adalah bahan pengganti dalam makanan dan penggunaan bahan bakar.Harga kedelai untuk pengiriman Mei naik 0,4% menjadi US$14,36 per bushel di Chicago Board of Trade. Minyak kedelai untuk Mei juga naik 0,3% menjadi 56,88 sen per pon.Harga CPO penyerahan Juni sedikit berubah pada Rp10.575 per kilogram di Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia pukul 11.08 di Jakarta.Kontrak paling aktif ini diperdagangkan pada rentang RP10.705--Rp10.620 per kg, setelah kemarin ditutup pada Rp10.680. (Bloomberg/Mtb/api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top