HARGA EMAS: Menguat dalam 3 hari dipicu data penggajian nonpertanian AS

JAKARTA: Harga emas menguat dalam 3 hari terakhir setelah pekan lalu data penggajian nonpertanian AS lebih rendah dari estimasi ekonom, menguatkan lagi spekulasi program stimulus moneter yang dapat melemahkan dolar.Harga spot emas naik 0,7% menjadi US$1.647,03
Wisnu Wijaya
Wisnu Wijaya - Bisnis.com 09 April 2012  |  10:28 WIB

JAKARTA: Harga emas menguat dalam 3 hari terakhir setelah pekan lalu data penggajian nonpertanian AS lebih rendah dari estimasi ekonom, menguatkan lagi spekulasi program stimulus moneter yang dapat melemahkan dolar.Harga spot emas naik 0,7% menjadi US$1.647,03 per troy ounce, dan diperdagangkan pada US$1.646,55 pukul 6.03 waktu Singapura.Adapun, harga emas penyerahan Juni naik 1,1% menjadi US$1.647,80 per ounce di Comex di New York, sebelum diperdagangkan pada US$1.646,20.Harga spot emas sedikit menguat pada Jumat setelah data non-farm payrolls (NFP) AS mengecewakan dan meningkatkan spekulasi akan dilanjutkannya langkah stimulus moneter oleh The Fed.Pergerakan tipis itu menyusul libur pasar AS dan Eropa terkait Jumat Agung (Paskah), dengan harga spot bergerak di kisaran US$1.637,99 per ounce.Menurut riset Valbury Futures, dengan tutup pasar pada Jumat, maka Senin jadi kesempatan pertama bagi investor untuk melakukan transaksi setelah rilis NFP.Meskipun hasil rilis NFP Maret lebih rendah dari perkiraan, hanya 120.000 dibanding estimasi 203.000, namun terdapat revisi untuk data Februari menjadi 240.000 dari laporan awal 227.000.Sementara itu, tingkat pengangguran menurun jadi 8,2%, level terendah alam 3 tahun terakhir."Jika laporan earnings menunjukkan peningkatan laba perusahaan yang menggembirakan, maka berpotensi meningkatkan kembali optimisme pasar terhadap prospek ekonomi AS," kata analis Valbury dalam risetnya yang dibagi untuk nasabah.Dengan begitu, katanya, pasar tampak semakin yakin Federal Reserve dapat menuju pengetatatan sebelum Bank Sentral Eropa.(api) 

 

>> BACA JUGA:

- Harga minyak jatuh

-

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top