KONTRAK BERJANGKA: Fed Factor pangkas kontrak komoditas 2,8%

NEW YORK: Investor kembali mengurangi portofolionya di bursa komoditas untuk pekan kedua setelah Federal Reserve memberi sinyal tidak akan memberikan stimulus moneter baru.
News Editor | 09 April 2012 05:28 WIB

NEW YORK: Investor kembali mengurangi portofolionya di bursa komoditas untuk pekan kedua setelah Federal Reserve memberi sinyal tidak akan memberikan stimulus moneter baru.

 

Data Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka AS menunjukkan posisi jangka panjang pada 18 kontrak opsi dan berjangka turun 2,8% ke 1,1 juta kontrak untuk pekan yang berakhir 3 April.

 

Investasi pada kontrak jagung turun ke level terendah sejak Februari 2012, sementara untuk kontrak babi mengalami penurunan terbesar sejak Mei 2011.

 

Spekulator juga memotong investasi minyak mentah hingga pekan ketiga, hingga volume kontrak komoditas strategis itu turun ke level terendah dalam 2 bulan.

 

“Pasar sudah kecanduan dengan stimulus,” kata Jeffrey Sica, President of SICA Wealth Management di New Jersey, Senin 9 Maret 2012.

 

“Pasar komoditas naik karena dorongan likuiditas, dan sebaliknya pasar akan turun ketika likuiditas itu dihilangkan,” sambungnya. (Bloomberg/Bsi)

Sumber : Newswire

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top