DATA PENGGAJIAN tekan nilai tukar dolar AS

NEW YORK: Nilai tukar dolar AS jatuh terhadap yen dan euro setelah pengusaha AS menambahkan pekerjaan lebih sedikit dari perkiraan pada Maret.Kondisi ini menghidupkan kembali spekulasi bank sentral akan meningkatkan stimulus, yang dapat menekan nilai
News Editor | 06 April 2012 21:12 WIB

NEW YORK: Nilai tukar dolar AS jatuh terhadap yen dan euro setelah pengusaha AS menambahkan pekerjaan lebih sedikit dari perkiraan pada Maret.Kondisi ini menghidupkan kembali spekulasi bank sentral akan meningkatkan stimulus, yang dapat menekan nilai mata uang.Hari ini, 6 April, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan nonfarm payrolls meningkat 120.000 bulan lalu, kenaikan terkecil dalam 5 bulan. Para ekonom memperkirakan penambahan 205.000.Adapun, tingkat pengangguran Negeri paman Sam turun menjadi 8,2%, terendah sejak Januari 2009.Di sisi lain, euro menuju penurunan mingguan terhadap yen sejalan meningkatnya biaya pinjaman Spanyol yang memicu kekhawatiran bahwa wilayah tersebut gagal untuk mengatasi krisis utang."Jumlah penggajian akan memperkuat orang yang mencari argumen pelonggaran kuantitatif," kata Sebastien Galy, ahli strategi valas senior Societe Generale SA di New York.Dolar melemah 1,1% menjadi 81,50 yen pukul 8.57 di New York, menyentuh level terendah sejak 8 Maret. Mata uang itu turun 0,2% menjadi US$1,3096 per euro.Indeks dolar, yang digunakan Intercontinental Exchange Inc untuk melacak pergerakan greenback terhadap 6 mata uang mitra utamanya, turun 0,3% menjadi 79,827."Ini bukan lampu hijau bagi Bernanke mengumumkan QE3 besok, tapi jelas mengatakan bahwa kondisi di mana beberapa anggota FOMC akan mendorong langkah-langkah pelonggaran lebih lanjut" kata Ray Attrill dari BNP Paribas SA di New York.Ben S. Bernake adalah Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve) yang mengeluarkan kebijakan stimulus moneter berupa quantitative easing (QE) pertama dan kedua, pembelian surat utang pemerintah. (Bloomberg/mtb/tw) 

Sumber : Newswire

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top