CAPEX FIRST MEDIA: US$110 Juta untuk broadband & layanan WiMax

 
Erly Rusiawati
Erly Rusiawati - Bisnis.com 06 April 2012  |  16:41 WIB

 

JAKARTA: Penyedia layanan televisi berlangganan PT First Media Tbk mengalokasikan belanja modal 2012 sebesar US$110 juta untuk memerluas penetrasi broadband dan menyiapkan layanan WiMax.

 

Menurut Presiden Direktur First Media Irwan Djaja, sebagian besar dana capex akan dialokasikan untuk melanjutkan ekspansi broadband, sedangkan sisanya dialokasikan untuk menyiapkan infrastruktur WiMax.

 

“Ekspansi tahun lalu akan dilanjutkan, terutama di broadband. Tahun ini kami siapkan US$80 juta untuk menambah homepass (jaringan kabel ke rumah-rumah) hingga 250.000 sambungan,” ujarnya selepas RUPST First Media, kemarin.

 

Irwan menambahkan dengan perluasan homepass, perseroan menargetkan bisa mencapai angka 900.000 sambungan tahun ini.

 

Adapun untuk pengembangan WiMax, emiten berkode saham KBLV tersebut menganggarkan capex US$25—30 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk memersiapkan base transceiver station (BTS).

 

“Kami sudah mendapatkan lisensi untuk menjalankan WiMax di Jadebotabek, Banten, dan Sumatra bagian Utara. Kami akan mulai di Jakarta dengan kebutuhan BTS sekitar 1000—1200 menara,” jelasnya.

 

Layanan teknologi Wimax akan diperkenalkan perseroan dalam waktu dekat ini. Irwan optimistik, pada Agustus tahun ini seluruh area di Jakarta sudah bisa dijangkau oleh layanan WiMax First Media.

 

Di tahun pertama peluncurannya, KBLV menargetkan bisa meraih 120.000—150.000 pelanggan WiMax.

 

Dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary First Media Harianda Noerlan menyebut, perseroan akan menggunakan kombinasi tiga sumber dana untuk capex yakni kas internal, perbankan, dan pasar modal.

 

“Pelanggan kami terus bertambah sehingga ada peningkatan arus kas yang bisa digunakan untuk mendanai belanja modal. Perseroan juga bisa menggunakan pinjaman perbankan karena tingkat leverage kami masih rendah,” jelasnya.

 

Lebih jauh, Harianda menyebut pinjaman perbankan sebagai opsi pendanaan yang paling mungkin dijalankan perseroan. Menurutnya, saat ini perseroan sedang melakukan pembicaraan dengan bank lokal dan swasta.

 

Sejalan dengan gencarnya ekspansi, Harianda berharap perseroan bisa mulai mencetak labanya tahun ini. Dengan begitu, pemegang saham bisa beroleh untung melalui pembagian deviden.

 

“Tahun lalu kami masih mencetak rugi bersih sehingga belum bisa membagi deviden. Dengan adanya penambahan subscriber dan ekspansi tahun ini, mestinya penjualan bisa naik melebihi pertumbuhan tahun lalu sebesar 25%, dan perseroan bisa mencetak laba,” jelasnya.

 

Berdasarkan laporan keuangannya, KBLV mencetak rugi bersih atribusi sebesar Rp44,21 miliar tahun ini. Jumlah tersebut anjlok 205,43% dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya senilai Rp41,93 miliar. (ea)

 

BACA JUGA:

DEMO BURUH terbesasr di India sepanjang sejarah gara-gara EMAS berakhir

PROYEK JALAN TOL: Ruas Ungaran-Bawen siap operasi medio 2013

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top