KINERJA EMITEN: Dividen MATAHARI turun karena laba bersih anjlok

 
Erly Rusiawati | 06 April 2012 16:07 WIB

 

JAKARTA: Pengelola gerai hypermarket PT Matahari Putra Prima Tbk mencatatkan penurunan besaran nominal dividen tahun 2012 seiring dengan anjloknya laba bersih atribusi perseroan tahun kemarin.

 

Corporate Secretary Matahari Putra Prima Danny Konjongian menyebut akan membagikan dividen tunai tahun buku 2011 senilai Rp32,27 miliar, atau setara dengan Rp6 per lembar sahamnya.

 

“Nilai dividen itu sekitar 30,7% dari jumlah laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp105 miliar,” ujarnya dalam paparan publik di Jakarta, Kamis 5 April 2012.

 

Sebagai catatan, perseroan membagikan dividen tunai sebesar Rp4,5 triliun tahun lalu. Meski begitu, Danny menyebut, rasio besaran deviden (dividend payout ratio) tahun ini merupakan yang tertinggi sejak 2005.

 

Penyusutan tersebut disebabkan menyusutnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar 98,19% di tahun ini. Setelah melakukan divestasi anak usahanya, PT Matahari Departement Store, perseroan hanya mampu membukukan laba bersih atribusi 2011 senilai Rp105,04 miliar, sedangkan jumlah tahun sebelumnya sebesar Rp5,8 triliun.

 

Danny belum mau menyebut jadwal pembagian deviden, namun dia mengatakan hal tersebut telah mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui RUPST yang dihelat kemarin. Sisa laba bersih sebesar Rp2 miliar akan digunakan sebagai cadangan, sedangkan nilai laba ditahan mencapai Rp70,77 miliar.

 

TARGET 2012

 

Tahun ini, perseroan menargetkan raihan laba bersih diatas Rp200 miliar dan pertumbuhan penjualan hingga 30%. Danny menyebut, target tersebut akan disokong oleh pertumbuhan penjualan di toko yang sama dan kontribusi dari gerai baru yang akan dibuka perseroan tahun ini.

 

“Pada 2011 pertumbuhan dari toko yang sama mencapai 7,9%, kami berharap tahun depan bisa sampai 10%. Pangsa pasar MPPA juga meningkat ke level 16,1% di tahun 2011, dari posisi sebelumnya 15,5%, tahun ini semoga bisa naik 200—250 basis poin lagi,” paparnya.

 

Menurut rencana, tahun ini MPPA akan membuka 17 gerai baru dengan nilai investasi mencapai Rp1 triliun. Perseroan akan mulai menggarap pasar di Indonesia Timur dengan membuka gerai baru di Jayapura, Papua pada pertengahan tahun ini.

 

Kebutuhan dana untuk belanja modal, dijelaskan Danny, akan dipenuhi melalui kombinasi kas internal, fasilitas perbankan, dan optimalisasi aset. Berdasarkan laporan keuangan 2011 MPPA, jumlah kas dan setara kas perseroan mencapai Rp1,4 triliun.

 

“Kami masih punya fasilitas perbankan yang belum digunakan. Perseroan juga berencana melakukan streamlining aset yang bukan inti dari usaha perseroan,” tuturnya.

 

Langkah optimalisasi aset, ditambahkan Danny, masih digodok oleh perseroan. Menurutnya, saat ini jumlah aset yang bukan inti usaha perseroan berkisar di angka Rp3 triliun, sekitar 30% dari total aset MPPA.

 

Danny juga membuka pintu bagi pemodal asing yang tertarik berinvestasi di MPPA. Meski begitu, keputusan untuk menggandeng pemodal asing berada di tangan PT Multipolar Tbk sebagai pemegang saham mayoritas. (ea)

 

Tag :
Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top