HARGA SAWIT: Stok diduga turun, harga siap naik lagi

JAKARTA: Cadangan minyak sawit di Malaysia, pemasok terbesar kedua setelah Indonesia, diprediksi turun ke level terendah dalam 7 bulan pada Maret setelah ekspor melampaui pertumbuhan produksi.Menurut survei Bloomberg atas analis dan perusahaan perkebunan,
News Editor
News Editor - Bisnis.com 05 April 2012  |  10:59 WIB

JAKARTA: Cadangan minyak sawit di Malaysia, pemasok terbesar kedua setelah Indonesia, diprediksi turun ke level terendah dalam 7 bulan pada Maret setelah ekspor melampaui pertumbuhan produksi.Menurut survei Bloomberg atas analis dan perusahaan perkebunan, stok bisa turun -2,4% menjadi 2,01 juta ton, dari 2,06 juta ton pada Februari.Tetapi, jika dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya, survei menunjukkan persediaan 25% lebih tinggi. Perkiraan resmi dari Dewan Minyak Sawit Malaysia akan disampaikan pada 10 April.Harga naik +12% tahun ini d tengah kekhawatiran bahwa persediaan minyak goreng dunia akan turun setelah panen kedelai berkurang di Brasil dan Argentina akibat kekeringan.Sejalan pula dengan petani AS yang mengurangi areal tanam untuk kedelai yang dapat diproses menjadi minyak pengganti sawit sebagai bahan pangan dan bahan bakar.Stok yang lebih rendah dapat membantu harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) naik lebih tinggi lagi."Produksi sedikit lebih rendah dari pertumbuhan ekspor," kata Hoe Lee Leng, analis RHB Capital Bhd, di Kuala Lumpur, Kamis 5 April 2012.Dia mengatakan meningkatnya impor dari Indonesia adalah faktor yang membiaskan jumlah stok di Malaysia tetap di atas 2 juta ton.Hoe menambahkan, pengurangan pajak ekspor untuk CPO dan olein di Indonesia tahun lalu membuat harga lebih murah bagi produsen oleokimia Malaysia untuk membeli dari pemasok terbesar itu.Data dewan sawit menunjukkan total impor meningkat menjadi 246.419 ton pada Februari dari 209.408 ton pada Januari.Harga terkoreksiHarga kontrak CPO penyerahan Juni turun 0,5% menjadi 3.538 ringgit (US$1.153) per ton di Malaysia Derivatives Exchange pukul 10.44 di Kuala Lumpur.Harga CPO mencapai RM3.574 per ton kemarin, tertinggi untuk kontrak paling aktif sejak 9 Maret 2011.Sementara itu, di Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia, harga CPO penyerahan Juni berada pada Rp10.490 per kg pukul 10.40 di Jakarta hari ini (5/4). Harga bergerak dalam rentang Rp10.525—Rp10.590 setelah kemarin ditutup pada Rp10.605 per kg.Pada 27 Maret, Direktur Godrej International Ltd Dorab Mistry  memprediksi harga dapat melompat ke RM4.000 per ton pada akhir Juni saat cadangan minyak sayurglobal turun. (Bloomberg/Mtb/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top