HARGA EMAS: Jual sekarang, pekan depan turun!

SINGAPURA: Harga emas dianggap masuk tren bearish setelah Federal Reserve mengisyaratkan untuk menahan diri dari program stimulus moneter dan India bergeming soal pajak perhiasan.Survei Bloomberg menunjukkan 15 dari 29 analis memperkirakan harga menurun
News Editor
News Editor - Bisnis.com 05 April 2012  |  06:57 WIB

SINGAPURA: Harga emas dianggap masuk tren bearish setelah Federal Reserve mengisyaratkan untuk menahan diri dari program stimulus moneter dan India bergeming soal pajak perhiasan.Survei Bloomberg menunjukkan 15 dari 29 analis memperkirakan harga menurun minggu depan dan lima netral, proporsi tertinggi sejak 30 Desember.Di sisi lain, Bombay Bullion Association mengatakan impor oleh India kemungkinan telah jatuh 81% pada Maret dan bisa terpuruk 40% pada kuartal kedua.Pengusaha perhiasan India, yang menjual emas lebih dari yang dihasilkan oleh tambang Australia dan AS dalam satu tahun, tak beroperasi dalam 29 hari hingga kemarin.Faktor India itu datang bersamaan pada saat keuntungan pada emas tahun ini terpangkas setengahnya karena kekhawatiran The Fed tidak akan membeli lebih banyak surat utang.Lihat saja, harga emas naik sekitar 70% karena bank sentral membeli US$2,3 trilun utangnya dalam dua putaran pelonggaran moneter yang berakhir pada Juni 2011.Kemudian, 3 April—dalam sebuah rilis catatan pertemuan, mereka menyatakan tidak akan meningkatkan akomodasi moneter kecuali pertumbuhan ekonomi terputus-putus.Efeknya, harga emas turun drastis. UBS mengatakan moving average 100-hari harga emas telah bergerak di bawah rerata 200-hari untuk pertama dalam 3 tahun. Secara teknis, ini memperkuat tren bearish.ReboundTahun ini harga emas sempat naik 14% menjadi US$1.792,70 per ounce pada 28 Februari di Comex di New York. Kemarin, harga sempat diperdagangkan pada US$1.617,70, yang artinya hanya mencatat keuntungan 3,2% tahun ini.Emas untuk penyerahan Juni naik untuk pertama kalinya dalam 3 hari di Comex di New York, melaju 0,5% menjadi US$1.622,30 per ounce.Logam mulia ini terakhir diperdagangkan pada US$1.621,70 per ounce pukul 6.02 waktu Singapura, rebound dari penurunan 3,5% kemarin, penurunan terbesar sejak 29 Februari.Pergerakan harga emas pekan ini juga akan ditentukan data tenaga kerja AS yang dirilis pada Jumat 6 April. Jika data bagus, semakin menegaskan posisi yang diambil The Fed. (Bloomberg/Mtb/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top