PRODUK INVESTASI: Reksa dana ETF Syariah perlu diterbitkan

JAKARTA: Perusahaan aset managemen ditantang menerbitkan produk reksa dana Exchange Trade Fund (ETF) berbasis syariah setelah otoritas pasar modal menyatukan saham berbasis syariah dalam kelompok Jakarta Islamic Index (JSI) dan Indeks Saham Syariah Indonesia
Djony Edward
Djony Edward - Bisnis.com 05 April 2012  |  16:12 WIB

JAKARTA: Perusahaan aset managemen ditantang menerbitkan produk reksa dana Exchange Trade Fund (ETF) berbasis syariah setelah otoritas pasar modal menyatukan saham berbasis syariah dalam kelompok Jakarta Islamic Index (JSI) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).Wakil Sekretaris Badan Pengurus Harian Dewan Syariah Nasional (DSN) Kanny Hidaya mengatakan peluang pasar pasar modal berbasis syariah, terutama reksa dana di Indonesia cukup besar melihat populasi negara ini dengan penduduk muslim terbesar.“Setelah ETF saham beberapa waktu diluncurkan, semestinya sekarang ini perusahaan aset management berani menerbitkan produk ETF syariah,” ujarnya dalam sebuah sesi diskusi tentang Perkembangan Pasar Syariah Indonesia, hari ini (Kamis, 5 April 2012).Menurutnya ETF dengan basis syariah dapat memperluas basis investor di Indonesia, karena konsep perdagangan ETF yang tak jauh berbeda dengan transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).Sebagai contoh, reksa dana ETF LQ-45 yang diterbitkan oleh PT Indo Premier Investment Management mampu memberi warna baru bagi pasar modal dalam negeri. Reksa dana ini mengacu pada saham-saham di bursa yang terdaftar di indeks LQ-45.“Kita sudah punya JCI, sudah ada juga ISSI, produk ETF berbasis syariah rasanya perlu dikembangkan agar investor semakin punya banyak pilihan investasi di pasar modal kita,” tuturnya.Konsep reksa dana ETF saham yang diterbitkan Indo Premier sepenuhnya mengadopsi perdagangan saham di bursa. Jam perdagangan di mulai saat pasar di buka pukul 09.30 Wib dan ditutup pada pukul 16.00 Wib.Harga produk reksa dana ETF secara real time terpantau selama jam perdagangan itu dan investor dapat melakukan pembelian dan penjualan.Beda dengan produk reksa dana konvensional lainnya, imbal hasil yang diperoleh reksa dana ETF berdasarkan data transaksi jual atau beli saat jam berlangsung.“Kalau reksa dana konvensional, kita dapat mengetahui harga unitnya setelah transaksi perdagangan tutup, apakah naik atau turun. Kalau ETF semua terpantau secara real time,” tukasnya.Saat ini reksa dana ETF berbasis saham baru diterbitkan oleh Indo Premier Asset Management dan termasuk produk baru yang usianya belum genap 1 tahun. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top