OBLIGASI KORPORASI: Mayora tawarkan obligasi Rp750 miliar

JAKARTA: Emiten makanan olahan PT Mayora Indah Tbk berniat menawarkan obligasi IV/2012 perseroan dan sukuk mudharabah II/2012 pada 9 April sampai 23 April.Hal itu disampaikan emiten saham dan obligasi berkode efek MYOR itu di surat kabar hari ini, 4
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 04 April 2012  |  15:12 WIB

JAKARTA: Emiten makanan olahan PT Mayora Indah Tbk berniat menawarkan obligasi IV/2012 perseroan dan sukuk mudharabah II/2012 pada 9 April sampai 23 April.Hal itu disampaikan emiten saham dan obligasi berkode efek MYOR itu di surat kabar hari ini, 4 April 2012. Perseroan memprediksi obligasi berperingkat idAA- itu akan mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK pada 1 Mei dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 9 Mei.Perusahaan yang masuk ke dalam Grup Inbisco itu berniat menawarkan obligasi IV/2012 senilai maksimal Rp500 miliar dan sukuk II/2012 senilai maksimal Rp250 miliar.Bertindak sebagai penjamin emisi surat utang itu adalah PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas, serta PT Bank CIMB Niaga Tbk sebagai wali amanat.Sebanyak 70% dana dari penerbitan obligasi dan sukuk, setelah dikurangi biaya penerbitan, akan digunakan emiten untuk mengembangkan pabrik perseroan di Tangerang.Dari dana itu, sebanyak 20% untuk pembiayaan aktiva rutin untuk divisi coklat, wafer, dan permen, dan 10% dananya untuk mengembangkan pabrik pengolahan biji coklat anak usahanya yaitu PT Kakao Mas Gemilang. Anak usaha itu bergerak di bidang makanan kesehatan.Divisi coklat Mayora terkenal dengan brand Choki-choki, divisi wafer dengan brand Roma, Beng-beng, dan Astor, serta divisi permennya yang memiliki brand Kopiko, Kis, dan Tamarin. Selain tiga divisi itu, perusahaan juga memiliki divisi biskuit, kopi, dan makanan kesehatan.Saham perusahaan masih terkoreksi 650 poin atau 3,39% ke Rp18.500 sore ini dan membentuk kapitalisasi pasarnya Rp14,18 triliun, seiring dengan koreksi saham domestik dan regional.Posisi saham itu juga membentuk rasio harga saham terhadap laba bersihnya (price to earnings ratio/PER) 30,08 kali. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top