WALL STREET: Indeks S&P respon negatif The Fed

NEW YORK: Bursa AS tergelincir, sehari setelah indeks Standard & Poor 500 menembus level tertingginya sejak 2008, menyusul pertemuan terakhir Federal Reserve yang mengecewakan ekspektasi pasar terhadap kebijakan stimulus fiskal.Indeks S&P 500
News Editor | 04 April 2012 03:59 WIB

NEW YORK: Bursa AS tergelincir, sehari setelah indeks Standard & Poor 500 menembus level tertingginya sejak 2008, menyusul pertemuan terakhir Federal Reserve yang mengecewakan ekspektasi pasar terhadap kebijakan stimulus fiskal.Indeks S&P 500 jatuh 0,4% ke level 1.413,38 pada penutupan pasar hari ini Rabu 4 April 2012 pada pukul 16.00 waktu  New York atau subuh tadi waktu Jakarta. Begitu pula Dow Jones yang tergerus 0,49% ke 13.199,50."Tampaknya semua orang berharap lebih atas stimulus tersebut," ujar James Dunigan, Kepala Bidang Investasi PNC Wealth Management di Philadeplhia yang mengelola dana asing senilai US$105 miliar. "Namun, [pihak The Fed] telah memuturkan untuk tidak menambah stimulus setelah pertumbuhan ekonomi relatif stabil pada saaat ini."Pasar obligasi berlanjut melemah menyusul penutupan pasar setelah pertemuan pada 13 Maret menunjukkan urgensi untuk menambah stimulus moneter.

 

The Fed mengindikasikan akan menunda kebijakan moneternya kecuali ekspansi ekonomi AS melemah atau harga-harga melonjak pada level yang lebih lamban dibandingkan dengan target 2%. Bank Sentral akhir bulan lalu mengafirmasi rencananya, yang diumumkan pertama pada Januari, untuk menahan tingkat suku bunga mendekat 0 hingga akhir 2014.Bursa saham melemah lebih cepat setelah Departemen Komersial menampilkan angka-angka pemesanan produk industri pada Februari meningkat 13% setelah revisi perlambatan 1,1% pada Januari.

 

Rata-rata asumsi 60 ekonom yang didata Bloomberg dalam sebuah survei memperkirakan masih potensi peningkatan 1,5% lagi, Pemesaran, di luar alat-alat transportasi, meningkat dalam 5 bulan terakhir. (Bloomberg/arh)

Sumber : Newswire

Tag :
Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top