HARGA MINYAK: Order pabrik turun, harga jatuh ke US$104

JAKARTA: Minyak diperdagangkan mendekati level terendah 2 hari di New York sejalan dengan kenaikan stok dan laporan bahwa pesanan pabrik naik kurang dari yang diharapkan di AS.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 04 April 2012  |  07:24 WIB

JAKARTA: Minyak diperdagangkan mendekati level terendah 2 hari di New York sejalan dengan kenaikan stok dan laporan bahwa pesanan pabrik naik kurang dari yang diharapkan di AS.

 

Data di AS menunjukkan kemungkinan permintaan berkurang karena order pabrik yang menurun bersamaan dengan munculnya sinyal keengganan The Fed meluncurkan stimulus tambahan.

 

Harga minyak mentah penyerahan Mei berada naik 4 sen ke US$104,05 per barel di New York Mercantile Exchange pukul 9.34 waktu Sydney, Rabu 4 April 2012.

 

Kontrak tersebut turun US$1,22, atau -1,2% menjadi US$104,01, penutupan terendah sejak 30 Maret. Tapi pagi ini, harga minyak rebound 0,05% ke US$104,06 per barel

 

Minyak brent untuk penyerahan Mei jatuh 57 sen atau -0,5% ke US$124,86 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London kemarin.

 

"Sebenarnya, pasar mengikuti pola yang kita lihat bulan lalu, dimana pasar tidak dapat menemukan arah yang jelas," ucap James Zhang, analis energi pada Standard Bank.

 

"Aksi jual pada pasar tidak akan terlalu agresif mengingat masih adanya resiko geopolitik, terutama soal Iran."

 

Dalam laporan Monex Investindo Futures hari ini menyebutkan tipisnya volume perdagangan minyak juga menambah volatilitas harga menjelang liburan pada akhir pekan. (Bloomberg/Mtb/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top