HARGA MINYAK: Stok naik, harga diprediksi turun

NEW YORK: Persediaan minyak diprediksi naik ke level tertinggi 7 bulan di AS karena impor maju dan kilang siap untuk meningkatkan produksi bensin guna memenuhi permintaan musim panas.Menurut angka tengah dalam survei Bloomberg persediaan bakal naik 2,2
News Editor
News Editor - Bisnis.com 03 April 2012  |  13:46 WIB

NEW YORK: Persediaan minyak diprediksi naik ke level tertinggi 7 bulan di AS karena impor maju dan kilang siap untuk meningkatkan produksi bensin guna memenuhi permintaan musim panas.Menurut angka tengah dalam survei Bloomberg persediaan bakal naik 2,2 juta barel atau 0,6% menjadi 355,6 juta barel dalam 7 hari yang berakhir 30 Maret. Laporan Departemen Energi akan disampaikan besok.Jika prediksi tersebut benar, itu akan membawa pasokan ke tingkat tertinggi sejak Agustus. Tujuh responden memperkirakan peningkatan dan satu mengatakan ada penurunan.Laporan minggu lalu menunjukkan persediaan naik terbesar dalam 20 bulan pada periode yang berakhir pada 23 Maret sejalan impor yang naik 13%.Operasi kilang meningkat pada kuartal kedua selama 22 tahun terakhir karena produsen memaksimalkan produksi bensin mendekati musim orang lebih sering mengemudi di AS.Apa yang disebut musim mengemudi itu berlangsung dari Memorial Day pada akhir Mei hingga Hari Buruh pada awal September.“Pengilangan akan membutuhkan semua minyak mentah yang sudah tiba sekarang. Pemanfaatan akan mulai naik secepat mereka membuat bensin lebih banyak,” kata Jason Schenker, Presiden Prestige Economics LLC, Selasa 3 April 2012.Harga minyak mentah untuk penyerahan Mei naik US$2,21, atau 2,1% menjadi US$105,23 per barel pada penutupan Senin (2/4) di New York Mercantile Exchange. Itu adalah kenaikan terbesar sejak 21 Febuari.Harga mencapai US$110,55 pada 1 Maret, harga intraday tertinggi sejak 4 Mei. Minyak naik 6,5% tahun ini. (Bloomberg/Mtb/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top