PREDIKSI IHSG: Waspadai Aksi ambil untung

JAKARTA: Penundaan kenaikan harga BBM dan menghijaunya bursa global berpotensi memicu pemodal asing mengakumulasikan keuntungan dengan aksi profit taking.Kepala Riset PT Universal Broker Satrio Utomo mewanti-wanti pemodal untuk mencermati geliat investor
News Editor
News Editor - Bisnis.com 02 April 2012  |  06:53 WIB

JAKARTA: Penundaan kenaikan harga BBM dan menghijaunya bursa global berpotensi memicu pemodal asing mengakumulasikan keuntungan dengan aksi profit taking.Kepala Riset PT Universal Broker Satrio Utomo mewanti-wanti pemodal untuk mencermati geliat investor asing pada perdagangan Senin, 2 April 2012."Kita lihat apakah mereka bisa menembus catatan Rp10 triliun atau tidak. Jangan-jangan ini [catatan net buy] seperti awal tahun saat asing tidak melihat ada perkembangan berarti dari ekonomi Indonesia dan melancarkan profit taking," tuturnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.Untuk perdagangan awal pekan ini, Satrio memerkirakan support-resistance berada di kisaran 4.095-4.195.Dia juga menilai keputusan pemerintah menunda kenaikan harga BBM bersubsidi bisa menjadi sentimen negatif di pasar modal. Hal tersebut berpotensi menekan indeks saham pada perdagangan pekan ini."Asing sudah terlanjur berhitung dengan harga BBM yang baru. Tidak dinaikkannya BBM akan membebani keuangan negara, dan bisa jadi sentimen negatif untuk investor asing," ungkapnya.

 

Cenderung melemahSenada dengan Satrio, Analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono, mengingatkan pemodal untuk mewaspadai aksi ambil untung pada perdagangan hari ini.Menurutnya, penguatan indeks yang berlangsung empat hari berturut-turut pada pekan lalu menyimpan potensi profit taking."Mengawali awal pekan ini kami melihat indeks akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Naiknya indeks dalam beberapa hari terakhir membuat indeks berada dalam ancaman profit taking."Purwoko memerkirakan, support-resistance pada perdagangan awal pekan ini berada di kisaran 4.090-4.148. Dia merekomendasikan beberapa saham pilihan a.l ADHI, ADRO, UNTR, GGRM, dan JSMR.Pada akhir pekan lalu, pasar modal dalam negeri diwarnai dua momen penting yakni penguatan Indeks Harga Saham Gabungan dan keputusan Dewan Perwakilan Rakyat menunda kenaikan harga BBM bersubsidi.Di pasar modal, indeks menyentuh level tertinggi tahun ini dengan catatan penguatan 0,4%, ditutup di level 4121,55. Indeks Bisnis-27 juga terkerek naik 0,55% ke level 350,96.Investor asing membukukan net buy dengan nilai yang tak tanggung-tanggung mencapai Rp1,1 triliun. Mereka berburu saham-saham berkapitalisasi besar, seperti ASII, BMRI, BBRI, BBCA, dan TLKM.Satrio menilai, catatan net buy asing yang terjadi selama sepekan kemarin mencerminkan kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia.Derasnya aliran dana asing tiga pekan belakangan, disebabkan oleh dua hal, yaitu pemodal asing mengantisipasi dinaikkannya peringkat utang Indonesia oleh S&P ke level investment grade."Kemudian, kondisi Eropa dan China membuat mereka mengalihkan investasinya ke Indonesia," jelasnya.

 

Bursa globalMayoritas bursa global ditutup di zona hijau pada perdagangan akhir pekan kemarin. Dari negara Paman Sam, Dow Jones dan S&P 500 masing-masing menguat 0,50% dan 0,37%, sedangkan Nasdaq melemah 0,12%.Di benua biru, FTSE 100 dan DAX masing-masing menguat 0,46% dan 1,04%. Dari Paris, CAC 40 memimpin penguatan dengan lonjakan tajam 1,26%.Kondisi sebaliknya terjadi pada bursa regional yang mayoritas ditutup memerah. Nikkei dan Hang Seng mengalami koreksi sebesar 0,31% dan 0,26%, sedangkan KOSPI melemah 0.02% ke level 2014,04. (05/Bsi)

 

> BACA JUGA

- KINERJA EMITEN BI-27 KINCLONG

- KAPAN HARGA BBM NAIK?

- AMAZON saingi IPAD3

 

*) INGIN MEMBACA berita-berita dan memperoleh referensi terpercaya dari harian Bisnis Indonesia? Silahkan klik epaper.bisnis.com. Anda juga bisa berlangganan epaper Bisnis Indonesia dengan register langsung ke Bisnis Indonesia edisi digital.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Muhammad Kholikul Alim

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top